Telkom Perkuat Numerasi di 100 Sekolah Wilayah 3T, Siapkan Guru Hadapi Era Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) memperkuat kualitas pendidikan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) melalui program BISA PandAI Numerasi yang menyasar 100 sekolah dasar. Program ini difokuskan pada peningkatan kompetensi guru serta pengembangan metode pembelajaran matematika dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang lebih interaktif.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut, Telkom menjangkau sekolah-sekolah di Kabupaten Lebak, Banten; Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat; dan Kota Tual, Maluku.
Program BISA PandAI Numerasi mengintegrasikan pelatihan dan pendampingan guru, penyediaan perangkat pembelajaran numerasi dan STEM, serta penerapan metode belajar berbasis pengalaman langsung. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan minat siswa terhadap matematika dan sains sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah sejak dini.
Penguatan numerasi menjadi perhatian penting mengingat kemampuan tersebut merupakan fondasi bagi siswa untuk berpikir logis dan menyelesaikan persoalan. Berdasarkan Rapor Pendidikan Indonesia 2025, proporsi siswa SD/MI yang mencapai kompetensi minimum numerasi meningkat dari 39,04% pada 2022 menjadi 52,48% pada 2024.
Baca Juga
Telkom Perkuat Transparansi Pengadaan Digital Pemerintah Lewat SPSE V5, Bidik Peluang UMKM
Meski menunjukkan peningkatan, capaian tersebut dinilai masih membutuhkan penguatan secara berkelanjutan agar semakin banyak siswa memiliki kemampuan numerasi yang memadai.
Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, mengatakan penguatan numerasi dan STEM menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan.
Menurut dia, sebagai perusahaan digital, Telkom berkomitmen menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Melalui BISA PandAI Numerasi, kami tidak hanya mendukung penyediaan perangkat pembelajaran, tetapi juga memperkuat kapasitas guru dan mendorong pembelajaran yang interaktif dan aplikatif. Kami meyakini penguatan numerasi sejak dini merupakan fondasi penting bagi anak-anak Indonesia untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengembangkan potensi mereka dalam menghadapi masa depan digital,” ujar Willy.
Program tersebut diluncurkan melalui kegiatan kick-off secara hybrid yang dipusatkan di Plasa Telkom Rangkasbitung, Banten. Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh para pendidik di Kota Tual dan Kabupaten Lombok Utara.
Peluncuran program dihadiri Willy Saelan serta Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, M.A., Ph.D.
Maila mengapresiasi inisiatif TelkomGroup yang mengintegrasikan pelatihan numerasi dan STEM dengan pendampingan serta praktik langsung di kelas. Menurut dia, peningkatan kompetensi guru perlu diikuti perubahan praktik pembelajaran dan evaluasi perkembangan kemampuan siswa.
Ia berharap keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah guru yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari perubahan metode pembelajaran dan peningkatan kemampuan murid.
Program Berlangsung Tiga Bulan
BISA PandAI Numerasi dirancang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan dengan sejumlah tahapan. Program diawali dengan pengenalan inisiatif dan penguatan kapasitas guru selama 17 hari melalui Training of Trainers (ToT).
Selanjutnya, guru menerapkan metode pembelajaran di kelas selama dua bulan. Pada minggu ke-12, kegiatan STEM Challenge Day menjadi wadah bagi guru dan siswa untuk menampilkan hasil pembelajaran serta proyek berbasis STEM.
Program kemudian dilanjutkan melalui Teacher Champion, yang mendorong para guru berbagi praktik baik dan memperluas penerapan metode pembelajaran inovatif.
Untuk menunjang kegiatan tersebut, TelkomGroup menyediakan STEM lab kit bagi sekolah peserta. Perangkat ini memungkinkan siswa mengeksplorasi berbagai konsep melalui kegiatan praktis dan proyek yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
TelkomGroup menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur berdasarkan jumlah sekolah yang terlibat dan perangkat pembelajaran yang disalurkan. Pemanfaatan sarana, peningkatan kompetensi guru, serta perkembangan kemampuan numerasi siswa juga menjadi indikator penting.
Karena itu, pendampingan implementasi dan evaluasi dampak menjadi bagian dari program untuk memastikan manfaatnya dapat berkelanjutan.
Melalui BISA PandAI Numerasi, TelkomGroup memperkuat kontribusinya dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Inisiatif yang menjadi bagian dari payung program Bersama Jadi BISA tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk belajar, berinovasi, dan mengembangkan potensi di tengah perkembangan era digital.
