Warisan Kartini Muljadi Kini Berlanjut Lewat Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Tempo Scan Group meluncurkan Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia (TSKM) di Jakarta Kamis (15/10/2026) untuk memperluas kontribusi sosial perusahaan melalui tiga program yang menyasar penyandang disabilitas, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pasien kanker. Salah satu programnya menyalurkan bantuan obat onkologi senilai Rp 5 miliar bagi pasien dari keluarga berpenghasilan rendah.
Pembentukan yayasan tersebut digagas oleh Executive Chairman Tempo Scan Group Handojo S. Muljadi bertepatan dengan peringatan satu tahun berpulangnya Kartini Muljadi, salah satu pendiri perusahaan.
Baca Juga
Tempo Scan (TSPC) Masuk Nominasi Peraih ‘The Best Investortrust Companies 2026’
Presiden Direktur PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) sekaligus Wakil Ketua Yayasan TSKM I Made Dharma Wijaya mengatakan, pendirian yayasan merupakan bagian komitmen perusahaan untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.
"Kami mewujudkan nilai-nilai inti Tempo Scan Group, yaitu kejujuran, kesetaraan, kerja keras, tanggung jawab, dan kebermanfaatan menjadi aksi nyata yang memberi manfaat luas. Tiga program sosial yang kami luncurkan hari ini berfokus pada pembukaan kesempatan kerja yang setara, dorongan kemandirian ekonomi masyarakat, serta kepedulian medis bagi mereka yang sangat membutuhkan," ujar Made saat memberikan keterangan pers.
Ia berharap yayasan tersebut dapat meneruskan keteladanan Kartini Muljadi sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Kartini Muljadi, yang hidup pada 1930–2025, dikenal sebagai tokoh hukum di Indonesia. Ia pernah menerima Capital Market Lifetime Achievement Award dari pemerintah pada 2004 dan menjabat sebagai ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia periode 2004–2007.
Program pertama TSKM berfokus pada kesetaraan peluang kerja bagi penyandang disabilitas. Yayasan memberikan pelatihan dan pembekalan keterampilan untuk membantu peserta membangun kepercayaan diri serta mempersiapkan diri memasuki lingkungan kerja profesional. Program tersebut dirancang melalui empat tahapan, mulai dari pengenalan budaya kerja perusahaan, pengembangan keterampilan, praktik kerja mandiri, hingga evaluasi untuk membuka peluang karier profesional.
Pilar kedua menyasar pemberdayaan dan digitalisasi UMKM melalui perdagangan elektronik atau e-commerce. Program tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha memperkenalkan produk, memperluas jangkauan pasar, dan mengembangkan bisnis dengan biaya yang relatif terjangkau.
TSKM memanfaatkan Tempomart.com sebagai platform marketplace atau pasar digital yang mempertemukan penjual dan pembeli. Melalui platform tersebut, pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia diharapkan memperoleh akses pasar yang lebih luas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penjualan konvensional.
Pilar ketiga berfokus pada dukungan pengobatan bagi pasien kanker dari kalangan masyarakat ekonomi lemah. Pada tahap awal, program tersebut menyiapkan bantuan obat onkologi senilai Rp 5 miliar yang berasal dari donasi pribadi Handojo S. Muljadi.
Baca Juga
Tempo Scan (TSPC) Ungkap Kenaikan Laba 23% hingga Aksi Pengendali Borong Saham di 2024
Penyaluran bantuan akan dilakukan melalui kerja sama dengan rumah sakit dan lembaga pendamping pasien. Obat terapi kanker yang disediakan berasal dari PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia (TCBI), perusahaan patungan Tempo Scan Group dan Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group Co. Ltd. CTTQ merupakan anak perusahaan Sino Biopharmaceutical Limited atau SBP Group.
Melalui program TSKM, bantuan obat kanker diarahkan kepada pasien yang menghadapi keterbatasan ekonomi dalam memperoleh pengobatan. Pelaksanaannya melibatkan rumah sakit dan lembaga pendamping agar penyaluran bantuan dapat menjangkau pasien yang membutuhkan.
