Portofolio Pembiayaan ESG BSI (BRIS) Tumbuh 7,09% Jadi Rp 78,6 Triliun di Semester I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) mencatatkan pertumbuhan pembiayaan berbasis environmental, social, and governance (ESG) 7,09% secara year on year (yoy) menjadi Rp 78,6 triliun per Juni 2026. Jumlah tersebut ditopang oleh green financing dan social financing masing-masing Rp 17,4 triliun dan Rp 6,12 triliun.
Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengungkapkan, pihaknya terus mendorong komitmen bisnis berkelanjutan dengan menerapkan tiga pilar ESG, yaitu sustainable banking, operation & beyond banking, serta business enablers. Jumlah pembiayaan ESG tersebut berkontribusi 23,1% terhadap total pembiayaan BSI.
“Kami membuktikan bahwa komitmen terhadap bisnis berkelanjutan membuat portofolio bisnis menjadi nyata dan tumbuh sehat", ujarnya, dalam keterangan pers, Jumat (9/10/2026).
Baca Juga
Pembiayaan Kendaraan Listrik BSI (BRIS) Naik 66% Didorong Minat Generasi Muda
Menurut Bob, BSI memperkuat sisi pendanaan melalui pengembangan produk keuangan berkelanjutan melalui penerbitan sustainable sukuk dengan total penerbitan sebesar Rp 8 triliun dari total penerbitan sukuk sustainability senilai Rp 10 triliun.
“Bagi BSI, keberlanjutan merupakan bagian dari amanah untuk menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas. Karena itu, pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial, perlindungan lingkungan, tata kelola yang baik, serta penciptaan nilai ekonomi yang inklusif,” katanya.
Prinsip tersebut, lanjut Bob, menjadi landasan BSI dalam memastikan setiap aktivitas bisnis dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi nasabah, masyarakat, pemegang saham, dan lingkungan. Termasuk memperkuat lini bisnis grassroot melalui segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang kini menjadi bagian dari motor penggerak ekonomi rakyat.
Ia mengatakan, pengembangan UMKM menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi syariah karena tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperluas manfaat ekonomi kepada masyarakat.
Baca Juga
BSI (BRIS) Genjot Recovery Aset Lewat 2.000 Lelang Great BSI 2026
Bob menjelaskan, saat ini rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM) sekitar 33,65% dari target yang ditetapkan 30%. Segmen UMKM menyumbang sekitar 16,25% dari total portofolio pembiayaan BSI.
Selain itu, puluhan ribu UMKM telah naik kelas ke segmen usaha yang lebih tinggi. Diantaranya didominasi oleh 17.000 UMKM KUR (kredit usaha rakyat) Mikro yang naik ke segmen KUR Kecil dan Komersial, serta 4.000 UMKM KUR Kecil tembus segmen komersial, dan sisanya UMKM naik dari segmen mikro menjadi small medium and enterprise (SME) atau usaha kecil menengah (UKM).
“Langkah ini sejalan dengan penguatan good corporate governance (GCG) sebagai fondasi untuk memastikan seluruh aktivitas bisnis dijalankan secara transparan, akuntabel, bertanggung jawab, independen, dan sesuai dengan prinsip kehati-hatian," ucap Bob.
