Agincourt Resources Gelar OlympiAR 2026, Ajang Adu Ide Mahasiswa untuk Pertambangan dan Lingkungan yang Selaras
Poin Penting
|
Jakarta, Investortrust.id – Setelah terakhir diadakan pada tahun 2024, mahasiswa geologi, pertambangan dan lingkungan di seluruh Indonesia kini dapat mulai mengikuti kompetisi adu ide di bidang geosains dan pertambangan dalam ajang OlympiAR 2026 yang dihelat oleh pengelola tambang emas Martabe, PT Agincourt Resources.
Kompetisi ini kembali dibuka di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Jumat (4/9/2026) di Bandung, Jawa Barat. Pembukaan ini disesaki oleh lebih dari 400 mahasiswa dari kampus-kampus di Bandung dan tentu saja mahasiswa ITB sebagai tuan rumah.
Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, mengatakan berdasarkan tradisi, tempat digelarnya pembukaan mengikuti kampus di mana juara pada kompetisi terakhir berasal. Pada tahun 2024, OlympiAR dimenangkan oleh tim Hornblende dari ITB.
Pertambangan untuk Ketangguhan Lingkungan
Kompetisi kali ini mengusung tema “Orebody to Ecosystem: Integrating Mining Performance and Environmental Resilience" yang memiliki arti filosofis dan teknis yang sangat mendalam bagi masa depan industri pertambangan. Secara garis besar, tema ini mendorong perubahan sudut pandang atau pola pikir (mindset) dari yang awalnya hanya fokus pada mencari dan mengeruk keuntungan mineral (ore body), kini wajib diintegrasikan dengan tanggung jawab memulihkan serta menjaga ketangguhan lingkungan sejak awal proyek dimulai.
Kompetisi ini ditujukan bagi mahasiswa dari jurusan tambang, geologi, ilmu lingkungan, dan teknik di seluruh Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk memfasilitasi mahasiswa dalam beradu gagasan, berinovasi, dan mencari solusi praktis mengenai konsep pertambangan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan (sustainable mining)
Ketua MGEI, Rosalyn Wuliandhary, yang memberikan sambutan pertama, mengatakan bahwa kemampuan menghubungkan geosains, keputusan teknis, dan dampak lingkungan semakin krusial seiring meningkatnya tuntutan terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
“Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya kuat dalam geosains atau mining, tetapi mampu berpikir secara integratif, menghubungkan geosains, mining, processing, teknologi, ekonomi, lingkungan, dan masyarakat." papar Rosalyn.
Sementara Kepala Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Kementerian ESDM, Agung Pribadi, menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen mineral terbesar di dunia dengan kekayaan sumber daya alam yang sangat besar. Ia menilai bahwa pengembangan kompetensi geosains yang terintegrasi perlu didukung oleh berbagai pihak.
“Karena itu, kontribusi akademisi, pelaku usaha, dan asosiasi profesi menjadi krusial untuk memastikan pemanfaatan sumber daya alam berjalan berkelanjutan dan memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia,” ujarnya.
OlympiAR 2026 terbuka bagi mahasiswa program studi geologi dan geosains, teknik pertambangan, ilmu kebumian, teknik lingkungan, serta bidang terkait. Rangkaian program mencakup talk show, kompetisi daring, mentoring, pelatihan teknologi geosains, penyelesaian studi kasus, dan presentasi final.
Direktur Operasi sekaligus Kepala Teknik Tambang di PT Agincourt Resources (PTAR), Rahmat Lubis, mengatakan bahwa mereka di Agincourt Resources percaya bahwa mining performance dan environmental performance bukanlah dua hal yang harus diperdebatkan.
"Kami percaya bahwa dunia pertambangan dengan lingkungan itu dunia yang bisa berjalan beriringan, seiring-sejalan, dan ditempatkan dengan baik. Kami percaya bahwa dunia pertambangan dengan lingkungan itu dunia yang bisa berjalan beriringan, seiring-sejalan, dan ditempatkan dengan baik. Mudah-mudahan sedikit banyak kontribusi kami ini berguna buat adik-adik. Nanti bisa lihat perspektif kami sebagai praktisi dan juga bisa mempersiapkan adik-adik untuk memahami industri sebelum nanti tentunya lulus dari kampus-kampus di Indonesia."
"OlympiAR ini tadinya adalah singkatan dari Olimpiade Agincourt Resources, nama perusahaan kami. Tapi sekarang kami coba jadikan sebagai sebuah brand. Brand-nya OlympiAR." jelas Rahmat pada pembukaan Olympiar di Aula Timur ITB.
Pada sesi terpisah, Rahmat Lubis menjelaskan bahwa bahkan sebelum beroperasi, PTAR sebagai bagian dari entitas Astra International telah menerapkan standar tinggi dan bertanggung jawab terutama terhadap lingkungan dan masyarakat.
Ia lebih lanjut mengungkapkan bahwa PTAR memiliki board of advisors yang terdiri dari tokoh masyarakat, akademisi dan praktisi yang kompeten di bidang pertambangan dan lingkungan. "Saya, sebelum berencana membuka lahan seluas misalnya 1 hektare, harus berkonsultasi dengan para penasihat kami dulu. Kemudian mereka akan berkunjung meninjau lokasi, melakukan riset dan pengamatan. Bila para ahli tersebut tidak mengizinkan (berdasarkan aspek lingkungan), maka kami tidak akan membuka lahan tersebut."
Education and Industrial Gap
Perlu diketahui, sebelum kompetisi Olympiar digelar, PTAR telah lebih dulu memberikan E-Coaching Jam (ECJ) sejak tahun 2014 yang menjadi ajang diskusi antara mahasiswa dan praktisi dengan tujuan membuat mahasiswa menjadi 'industry-ready graduates' sehingga kesenjangan antara saat mahasiswa dan ketika masuk ke dunia kerja dapat diminimalkan. Sejak pertama kali diadakan, ECJ telah menghubungkan sekitar 5.000 mahasiswa dari berbagai kampus di Tanah Air.
Dalam kompetisi OlympiAR, apa yang didapatkan mahasiswa pada sesi ECJ dibawa ke tahap kompetisi. Tim-tim terbaik dari masing-masing kampus diadu mengolah data, memecahkan studi kasus, bekerja dalam tim dan mempertahankan solusi yang mereka ajukan dengan argumentasi berdasarkan data dan sains di hadapan para juri.
Rahmat Lubis menambahkan bahwa kualitas keputusan dan kerja sama tim menjadi inti penilaian OlympiAR 2026. Peserta tidak hanya ditantang untuk menghasilkan solusi teknis, tetapi juga untuk menilai dampaknya terhadap keselamatan, lingkungan, masyarakat, dan keberlanjutan operasi.
Rahmat, yang juga merupakan alumni ITB, menggarisbawahi bahwa Agincourt percaya bisnis tidak hanya mencari profit saja, tetapi juga harus memberikan kontribusi yang bermanfaat untuk masyarakat, salah satunya adalah pendidikan.
"Kami ingin berkontribusi kepada masyarakat. Kita percaya bahwa bisnis itu tidak hanya cari profit doang, menurut kita itu bukan cara bisnis yang tepat. Kontribusi yang bermanfaat kepada masyarakat salah satunya adalah pendidikan. Kalaupun suatu saat PTAR sudah tutup karena tambangnya habis, maka adik-adik yang telah mengikuti ECJ dan Olympiar ini telah menjadi manusia yang berpengaruh di masyarakat. Kira-kira filosofinya begitu."
Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, juga mengamini pendapat Rahmat Lubis. Ia mengatakan bahwa tambang dan lingkungan termasuk manusia di dalamnya, bisa selaras dan bersama-sama mendapatkan manfaat, termasuk pada program OlympiAR ini. Kompetisi kali ini menekankan pentingnya lingkungan dan manusia di dalam industri pertambangan, termasuk bagaimana dunia pendidikan mempersiapkan manusia yang siap bekerja di industri pertambangan.
“Kami ingin OlympiAR menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai daerah untuk tidak hanya menguji kemampuan, tetapi juga membuka wawasan, membangun jejaring, dan melihat langsung bagaimana ilmu yang mereka pelajari dapat diterapkan di industri dan dunia kerja,” pungkas Katarina Siburian, Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources.
Sependapat dengan Katarina mengenai OlympiAR yang menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai daerah, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendorong ITB untuk membuka komunikasi seluas-luasnya ke seluruh wilayah Indonesia agar talenta-talenta terbaik di daerah bisa menjadi mahasiswa ITB. "Agar pada saatnya nanti putra-putra terbaik dari seluruh daerah ini pun akan kembali ke daerah masing-masing, memberikan kontribusi terbaiknya. Bahwa selanjutnya mereka akan diasah lewat berbagai macam program seperti OlimpiAR ini. Itulah fungsi dari komunitas seperti Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia dan lain-lain, serta swasta, dalam hal ini tentu saja Agincourt Resources." Ucapn Farhan saat memberikan sambutan.
Ia juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas komitmen dan dedikasi dari Agincourt Resources, MGEI, dan ITB dalam kontribusi mereka di dunia pendidikan. Farhan memastikan bahwa kolaborasi pihak-pihak terkait dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kota dapat selalu berjalan dengan baik.
Setelah dibuka di ITB, rangkaian OlympiAR 2026 akan berlanjut di Universitas Negeri Padang (UNP) pada 8 September 2026. Pada OlympiAR sebelumnya, pada tahun 2024, sebanyak 161 tim dari 28 universitas mengikuti kompetisi, sementara keseluruhan rangkaiannya menjangkau lebih dari 600 mahasiswa, dengan tim wARrior Hornblende dari ITB meraih juara pertama dari 5 tim terbaik hingga babak final di Yogyakarta.
Pada kompetisi OlympiAR 2024, pemenang pertama mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp50 juta dan magang berbayar 3 bulan di Tambang Emas Martabe, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Atas kiprahnya ini, OlympiAR diganjar penghargaan Silver pada Indonesian Sustainable Development Awards (ISDA) 2024.Raihan ini menjadi tolok ukur bagi Agincourt Resources untuk terus meningkatkan kualitas dan memperluas jangkauan OlympiAR sekaligus memperkuat ECJ sebagai sarana pengembangan dan pendukung pendidikan yang mengisi celah antara dunia pendidikan dan industri sehingga menghasilkan generasi muda yang kompeten dan berintegritas.
