Fokus Kelola Sampah, Telkom (TLKM) Menangi Investortrust CSR Awards 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) meraih penghargaan Achievement in Waste Management & Recycling dalam Investortrust CSR Awards 2026. Penghargaan ini menegaskan perhatian perusahaan pada pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari agenda keberlanjutan perusahaan.
Penghargaan diberikan berdasarkan penilaian terhadap komitmen, kualitas program, inovasi, konsistensi, serta dampak sosial dan lingkungan. Untuk kategori pengelolaan sampah dan daur ulang, aspek keberlanjutan lingkungan menjadi bagian penting dalam melihat kontribusi perusahaan.
Penilaian tahun ini menggunakan Laporan Keberlanjutan 2025, Laporan Tahunan 2025, serta laporan program yang diterbitkan sepanjang 2025. Dokumen tersebut digunakan untuk melihat bagaimana perusahaan merancang, menjalankan, mengukur, dan mempertahankan program keberlanjutan.
CEO Investortrust.id, Primus Dorimulu mengatakan, penghargaan tersebut mendorong perusahaan menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis.
"Semakin kuat keterkaitan program CSR dengan kebutuhan masyarakat dan strategi keberlanjutan, semakin besar kontribusi korporasi terhadap pembangunan inklusif. Pendekatan tersebut juga menempatkan tanggung jawab sosial tidak sekadar sebagai aktivitas filantropi," katanya di Habitate, Oakwood, Kuningan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga
Investortrust CSR Awards 2026 Dorong Praktik Berkelanjutan, Ini Daftar Pemenangnya
Di luar aspek lingkungan, TelkomGroup sepanjang 2025 juga menjalankan berbagai aktivitas sosial dan kemanusiaan. Salah satunya bantuan kemanusiaan di Labuan Bajo yang dilakukan melalui kegiatan korporat dan perusahaan dalam grup.
Telkom juga terus mengembangkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan, termasuk penggunaan AI berbasis Natural Language Processing (NLP) untuk menganalisis sentimen pelanggan. Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan pendekatan Telkom yang menghubungkan keberlanjutan, tanggung jawab sosial, dan transformasi bisnis dalam jangka panjang.
Ketua Dewan Juri Prof Roy Sembel mengatakan kualitas pelaksanaan CSR perlu terus ditingkatkan. Pasalnya, perusahaan perlu memastikan bahwa program yang dijalankan menghasilkan dampak yang nyata, terukur, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan berkelanjutan.
Dalam proses penilaian, juri juga mempertimbangkan cakupan penerima manfaat, kedalaman intervensi, relevansi program, investasi CSR, serta konsistensi pelaksanaan. Pengukuran dampak seperti Social Return on Investment (SROI) turut menjadi indikator apabila tersedia dalam pengungkapan perusahaan.
