Investortrust CSR Awards 2026: CSR Harus Berdampak Nyata dan Berkelanjutan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR kini tidak cukup hanya dinilai dari jumlah kegiatan maupun besarnya dana yang disalurkan. Dampak nyata, keberlanjutan, inovasi, dan nilai sosial yang dihasilkan menjadi aspek penting dalam mengukur kualitas program CSR.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam penyelenggaraan Investortrust CSR Awards 2026 yang digelar Investortrust.id di Habitate, Oakwood, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Ketua Dewan Juri Investortrust CSR Awards 2026, Roy Sembel, mengatakan proses penilaian tahun ini dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan sejumlah indikator, termasuk sasaran penerima manfaat, variasi program, serta nilai sosial yang dihasilkan melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI).
Baca Juga
Baru Hari Pertama, Danantara Housing Expo Cetak Akad 300 Unit Rumah
“Dasar seleksi saya lewati tahapan penilaian, sudah verifikasi pihak ketiga dan ada kriteria penilaian utama, sasaran penerima manfaat, variasi program dan nilai CSR-nya dengan SROI-nya,” kata Roy dalam sambutannya pada acara Investortrust CSR Awards 2026 di Habitate, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Menurut Roy, aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian dalam proses penilaian untuk melihat kemampuan program CSR memberikan dampak dalam jangka panjang. “Kemudian juga durability-nya itu supaya bisa kelihatan sustainability ke depannya,” ujar Roy.
Selain indikator utama, dewan juri juga memiliki ruang untuk memberikan nilai tambahan kepada perusahaan yang menjalankan program CSR dengan keunikan, inovasi, maupun dampak sosial yang luar biasa.
Gunakan Laporan 2025
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Investortrust CSR Awards 2026 menggunakan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) 2025, Laporan Tahunan 2025, serta laporan program yang diterbitkan sepanjang 2025 sebagai salah satu sumber utama dalam proses penilaian.
Tahun ini, Investortrust CSR Awards memberikan 60 penghargaan kepada 59 perusahaan dari berbagai sektor industri.
Penghargaan diberikan berdasarkan komitmen, kualitas program, inovasi, konsistensi, serta dampak sosial dan lingkungan yang dihasilkan perusahaan.
Baca Juga
IEU-CEPA Ditargetkan Diteken Oktober 2026, Mendag: Ekspor ke Eropa Dibidik Naik 2 Kali Lipat
Roy menegaskan, proses penilaian yang ketat dan menyeluruh diharapkan memastikan perusahaan penerima penghargaan benar-benar mampu menjadi contoh dalam pelaksanaan CSR yang memberikan dampak nyata.
“Dengan proses penilaian yang ketat, mendalam dan menyeluruh. Kami dewan juri yakin bahwa para peraih penghargaan tahun ini benar-benar layak menjadi contoh dan inspirasi dalam pelaksanaan CSR yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.
CSR Dorong Ekonomi
Menurut Roy, pelaksanaan CSR juga memiliki kaitan dengan kualitas pertumbuhan ekonomi. Ia menilai pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya diukur berdasarkan angka Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga perlu melihat dampak yang dirasakan masyarakat. “Harapannya nanti dengan adanya award CSR ini bisa membantu meningkatkan kualitas dari pertumbuhan ekonomi, bukan cuma sekadar kuantitas,” ucap Roy.
Baca Juga
Banggar DPR Minta Keberhasilan APBN Diukur dari Dampak Nyata, Bukan Cuma Realisasi Belanja
Roy menambahkan, Investortrust CSR Awards 2026 bukan semata-mata menjadi ajang untuk menentukan perusahaan terbaik, tetapi juga mendorong dunia usaha meningkatkan kualitas pelaksanaan CSR dari waktu ke waktu.
“Penghargaan ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi pemenang, tetapi bagaimana kita mendorong budaya tanggung jawab sosial yang semakin kuat. Perusahaan perlu memastikan bahwa program yang dijalankan menghasilkan dampak yang nyata, terukur, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan berkelanjutan,” tutur Roy.
Ia menambahkan, pendekatan tersebut semakin penting seiring meningkatnya tuntutan terhadap dunia usaha untuk menunjukkan kontribusi terhadap aspek sosial, lingkungan, tata kelola, serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
