Pemerintah Indonesia Dapat Pendanaan Rp 761 Miliar dari Penurunan Emisi Karbon
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) mencatat bahwa sejauh ini terdapat 34 provinsi yang mengakses Result Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund Output 2. Total, komitmen mencapai Rp 761,02 miliar.
“Jadi sampai batch ketiga ini sudah ada 34 provinsi dari 38 sampai 2030 nanti. Empat provinsi tersisa nanti sedang berproses untuk bisa segera masuk di batch keempat,” kata Direktur Utama BPDLH, Joko Tri Haryanto, di kantornya, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Joko mengatakan terdapat sepuluh provinsi baru yang menerima penerimaan manfaat ini dengan total Rp 253 miliar. Sepuluh provinsi ini akan menerima RBP berdasarkan aktivitas dan kinerja yang dihasilkan.
“Kami mengimbau kepada seluruh penerima manfaat untuk selalu mengedepankan integritas, profesionalisme, sinergi layanan, serta ketepatan di dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi,” kata dia.
Joko menjelaskan capaian utama dari proyek GCF Output 2 ini di antaranya yaitu perluasan akses perhutanan sosial lebih dari 2 juta hektare, pembangunan demplot pendampingan dari perhutanan sosial oleh local champion, peningkatan kapasitas kelompok perhutanan sosial melalui fasilitas Rencana Kelola Perhutanan Sosial (RKPD) di 217 kelompok.
Kemudian, peningkatan kelas Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) melalui skema pengembangan integrated area development. Selain itu, terdapat fasilitasi verifikasi 40 usulan penetapan hutan adat di 10 lokasi dari enam kabupaten seluas 18.000 hektare dan penyelesaian konflik tenurial di tiga kabupaten.
“Yang tidak kalah adalah mendukung rehabilitasi hutan dan lahan kurang lebih 3.000 hektare, penyediaan sarana prasarana, pengembangan kapasitas personel di tujuh provinsi rawan karhutla,” kata dia.
Melalui penyaluran pendanaan ini, BPDLH menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pembiayaan lingkungan yang inklusif, inovatif, dan berdampak. Dengan memperkuat kolaborasi melalui Proyek RBP REDD+ GCF Output 2, BPDLH berharap semakin banyak inisiatif lingkungan tumbuh, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim.
Sejak bergulir, pemerintah Indonesia total telah mendapat pendanaan RBP dari GCF sebesar US$ 103,8 juta selama periode 2014-2016. Pendanaan ini didapat sebagai apresiasi terhadap penurunan emisi karbon sebesar 20,25 juta ton CO2 ekuivalen, termasuk tambahan 2,5% untuk manfaat non-karbon.

