Perkuat Edukasi Energi Terbarukan, PLTS 2,2 kWp Pertamina NRE Dukung 768 Siswa di Bengkalis
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pertamina New & Renewable Energy (Pertaina NRE) memasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 2,2 kWp dengan baterai 5 kWh di SMPN 2 Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, melalui program Sekolah Energi Berdikari (SEB). Fasilitas tersebut mendukung aktivitas belajar mengajar sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal teknologi energi terbarukan secara langsung.
Kehadiran PLTS tersebut terutama dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sekolah, termasuk pembelajaran di laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Siswa juga memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung proses pemanfaatan energi matahari menjadi listrik.
Manager Corporate Communication & Stakeholder Management Pertamina NRE Susanto August Satria mengatakan program tersebut dirancang agar manfaat energi terbarukan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Baca Juga
Pertamina Mandalika Racing Series Cetak Talenta Balap Indonesia Menuju Panggung Dunia
“Melalui Sekolah Energi Berdikari, kami ingin menghadirkan pemanfaatan energi terbarukan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Di lingkungan sekolah, kehadiran PLTS diharapkan dapat membantu mendukung aktivitas belajar mengajar sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi bersih kepada generasi muda melalui pengalaman yang dekat dengan keseharian mereka,” ujar Susanto dikutip Kamis (30/7/2026).
PLTS dengan kapasitas 2,2 kWp dan baterai 5 kWh itu memberikan sumber energi alternatif bagi lingkungan sekolah. Sistem tersebut juga membuka ruang pembelajaran mengenai teknologi energi terbarukan yang selama ini lebih banyak dikenal melalui materi di kelas.
Program SEB di SMPN 2 Mandau tercatat memberikan manfaat kepada 768 siswa dan 5 guru. Jumlah penerima manfaat tersebut membuat fasilitas energi surya tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pendukung, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman pendidikan di sekolah.
Kepala Sekolah SMPN 2 Mandau Willyan Iswandi mengatakan keberadaan PLTS membantu mendukung aktivitas sekolah, terutama kegiatan pembelajaran di laboratorium IPA. Menurut dia, siswa juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai penerapan energi surya.
“PLTS ini membantu mendukung aktivitas di lingkungan sekolah, khususnya kegiatan pembelajaran di laboratorium IPA. Di sisi lain, siswa juga dapat melihat secara langsung bagaimana energi matahari dimanfaatkan menjadi energi listrik. Kami berharap fasilitas ini dapat terus memberikan manfaat bagi sekolah sekaligus menambah wawasan siswa mengenai energi terbarukan,” ujarnya.
Pemanfaatan PLTS di lingkungan sekolah memberikan pendekatan pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Siswa tidak hanya mempelajari energi terbarukan sebagai konsep, tetapi juga dapat melihat teknologi tersebut bekerja untuk memenuhi kebutuhan listrik di lingkungan mereka.
Selain manfaat edukasi, penggunaan energi surya juga memberikan dampak terhadap efisiensi energi di sekolah. Sistem yang terpasang diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 2,25 ton CO₂ per tahun. Dari sisi biaya, PLTS tersebut diperkirakan memberikan efisiensi pengeluaran listrik sekitar Rp 295.728 per tahun. Nilai efisiensi tersebut menjadi manfaat tambahan di luar fungsi utama PLTS sebagai sumber energi terbarukan dan media pembelajaran.
Dorong Pemanfaatan Energi Terbarukan
Program SEB menjadi salah satu cara Pertamina NRE mendorong pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan masyarakat. Sektor pendidikan menjadi salah satu ruang yang dinilai strategis karena penerapan teknologi dapat berjalan bersamaan dengan proses peningkatan pengetahuan siswa.
Kehadiran PLTS di SMPN 2 Mandau juga menunjukkan bahwa pemanfaatan energi surya dapat diterapkan dalam kebutuhan sehari-hari di tingkat komunitas. Infrastruktur tersebut tidak hanya menyediakan sumber listrik, tetapi juga memperkenalkan teknologi energi bersih kepada pengguna secara langsung.
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Bukukan Laba US$ 79,605 Juta, Naik 15,48%
Bagi siswa, pengalaman tersebut dapat menjadi pengenalan awal terhadap teknologi yang berpotensi semakin banyak digunakan dalam sistem energi di masa depan. Pemahaman yang dibangun sejak sekolah juga dapat memperkuat kesadaran mengenai penggunaan energi secara efisien dan berkelanjutan.
Susanto mengatakan Pertamina NRE berharap manfaat program tersebut dapat berlangsung dalam jangka panjang dan mendorong pemahaman yang lebih luas mengenai energi terbarukan.
“Lebih dari sekadar menghadirkan PLTS, kami ingin mendorong tumbuhnya pemahaman bahwa energi terbarukan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dari sekolah, kami berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal, memahami, dan nantinya turut mengambil peran dalam perjalanan menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tutup Susanto.
