Luncurkan Program Kebun Pangan Madaya, Dompet Dhuafa Dorong Transformasi Filantropi Hijau di Usia ke-33
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Dompet Dhuafa meluncurkan program Kebun Pangan Madaya, gerakan pemberdayaan masyarakat yang mendorong pemanfaatan lahan rumah, pekarangan kantor, kebun komunitas hingga lahan produktif yang belum optimal, menjadi sumber pangan keluarga sekaligus sumber ekonomi baru.
Program tersebut mengintegrasikan aspek ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, peningkatan pendapatan keluarga, dan edukasi pertanian yang mudah diterapkan oleh masyarakat.
“Pada kesempatan ini, Dompet Dhuafa terus meluaskan kebermanfaatan program pemberdayaan sekaligus menguatkan ketahanan pangan. Di Pesantren Tahfiz Green Lido (PTGL) ini, menjadi salah satu titik penanda bergulirnya program Kebun Pangan Madaya,” ujar Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini di Pesantren Tahfidz Green Lido, Sukabumi, Jawa Barat, akhir pekan lalu.
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa mencatat, program Kebun Sehat Masyarakat untuk ketahanan pangan berkelanjutan telah tersebar di 10 Provinsi pada 2026. Lokasi dimaksud, meliputi Aceh, Sumsel, Banten, Jabar, Jateng, Kalteng, NTB, NTT, Sulsel dan Papua.
Juwaini merinci, sebaran program telah terlaksana di 13 titik kebun komunitas, dengan 247 skala rumah tangga. Kebun Sehat Masyarakat pun telah melibatkan 765 penerima manfaat dan 124 kader dengan 100% dukung pemberian makanan tambahan dari pangan lokal.
Dompe Dhuafa memandang, pemenuhan program Kebun Pangan Madaya menghadapi sejumlah tantangan, seperti kepastian status lahan, komitmen pengelola, dan faktor lingkungan. Sehingga memerlukan penguatan kelembagaan serta legalitas lahan untuk menjaga keberlangsungan program.
Baca Juga
Hadir di Markas Bank Dunia, Dompet Dhuafa Suarakan Keuangan Sosial Islam Pengentas Kemiskinan
Juwaini berharap, peluncuran kebun pangan madaya dapat membangun ekosistem pemberdayaan yang melibatkan pendampingan budidaya, penguatan kelembagaan masyarakat, pengembangan usaha berbasis hasil pertanian hingga pembukaan akses pasar. Dengan demikian, masyarakat memperoleh manfaat yang lebih luas berupa peningkatan pendapatan, kualitas konsumsi pangan, serta kemampuan mengelola sumber daya yang dimiliki secara mandiri.
“Mengingat di sejumlah kota kami juga gulirkan serempak program tersebut dengan melibatkan para relawan dan masyarakat setempat. Bismillah, kita hadirkan Kebun Pangan Madaya, untuk para petani berdaya di tanah sendiri,” sambung dia.
Di sisi lain program Kebun Pangan Madaya merupakan bagian dari rangkaian milad Dompet Dhuafa. Memasuki usia ke-33 tahun, Dompet Dhuafa mengusung tema ‘Transformasi Filantropi Hijau’, sebagai bentuk komitmen memperkuat kontribusi filantropi terhadap pembangunan berkelanjutan.
Gerakan itu, dilatarbelakangi oleh perubahan kondisi ekonomi global, perubahan iklim, meningkatnya harga pangan, serta ketidakpastian ekonomi yang memberikan dampak nyata bagi ketahanan ekonomi keluarga Indonesia.
“Tantangan tersebut menuntut hadirnya berbagai inovasi sosial yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi mampu membangun kemandirian masyarakat melalui pemberdayaan yang berkelanjutan,” pungkas Juwaini.
