Hari Mangrove Sedunia, Antam (ANTM) dan KLH Tanam 5.000 Bibit Mangrove
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam (Persero) Tbk, perusahaan pertambangan anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menanam 5.000 bibit mangrove dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia, Minggu (26/7/2026). Aksi tersebut menjadi bagian rangkaian Gerak Hijau 2026 sekaligus perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Antam sebagai upaya memperkuat pelestarian ekosistem pesisir dan penyerapan karbon.
Penanaman mangrove dilakukan sebagai bentuk kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam menjaga lingkungan hidup. Kegiatan tersebut juga menegaskan pentingnya mangrove sebagai benteng alami pesisir yang mampu mengurangi abrasi, menjaga keanekaragaman hayati, serta menyerap emisi karbon untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga
Harga Antam (ANTM) Melemah ke Rp 2,606 Juta Seusai Emas Dunia Jatuh
Direktur Utama PT Antam (Persero) Tbk Untung Budiharto mengatakan penyelenggaraan Gerak Hijau 2026 memiliki makna khusus karena bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia yang ditetapkan oleh UNESCO. Kolaborasi bersama Kementerian Lingkungan Hidup dalam penanaman 5.000 bibit mangrove merupakan wujud nyata komitmen perusahaan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
"Bersama Kementerian Lingkungan Hidup, serta disaksikan langsung oleh Bapak Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono Antam turut berkontribusi melalui penanaman 5.000 pohon mangrove. Kami percaya, menjaga ekosistem mangrove berarti menjaga pesisir, melindungi keanekaragaman hayati, sekaligus memperkuat upaya penyerapan karbon untuk masa depan Indonesia," ujar Untung dalam acara Gerak Hijau 2026, Minggu (26/7/2026).
Ia menegaskan pelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan maupun pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Untung menambahkan Gerak Hijau 2026 ingin mengajak masyarakat memulai perubahan dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten "Kita melangkah bersama untuk hidup lebih sehat, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap bumi yang kita cintai. Semoga setiap langkah yang kita ayunkan pagi ini menjadi langkah menuju Indonesia yang lebih hijau, lebih sehat, dan lebih berkelanjutan," tambahnya.
Mangrove Jadi Warisan untuk Generasi Mendatang
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono mengatakan peringatan Hari Mangrove Sedunia menjadi semakin bermakna karena diisi dengan aksi nyata berupa penanaman ribuan pohon mangrove bersama Antam.
"Yang membuat acara hari ini semakin bermakna, kita memperingati Hari Mangrove Sedunia yang ditetapkan UNESCO. Bersama Antam, hari ini kita juga melakukan penanaman 5.000 pohon mangrove," katanya.
Baca Juga
Gerak Hijau 2026 Satukan Pemerintah, Antam (ANTM), dan Masyarakat Jaga Lingkungan
Menurut Diaz, manfaat mangrove akan dirasakan dalam jangka panjang apabila ekosistemnya terjaga dengan baik. Selain melindungi kawasan pesisir dari abrasi dan gelombang, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut serta berfungsi sebagai penyerap karbon alami yang membantu mengurangi dampak perubahan iklim.
Ia berharap Gerak Hijau berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan semakin banyak masyarakat dalam menjaga lingkungan. "Saya berharap Gerak Hijau tidak berhenti sebagai sebuah acara tahunan. Namun, menjadi sebuah gerakan. Gerakan untuk mengurangi sampah. Gerakan untuk menanam pohon. Gerakan untuk menghemat energi. Dan gerakan untuk semakin mencintai lingkungan. Kalau setiap orang melakukan satu aksi kecil setiap hari, bayangkan dampaknya ketika dilakukan oleh jutaan masyarakat Indonesia," tutupnya.
