Astra Perkuat Desa Sejahtera di Sumba Timur melalui Pelestarian Tenun Ikat dan Pemberdayaan Perempuan
Poin Penting
|
SUMBA TIMUR, Investortrust.id - PT Astra International Tbk (ASII) terus memperkuat pengembangan Desa Sejahtera Astra Sumba Timur sebagai sentra pelestarian tenun ikat khas Sumba sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan. Desa Sejahtera Astra Sumba Timur menaungi lima desa sentra tenun di Kabupaten Sumba Timur, yaitu Kampung Raja Prailiu, Mbatakapidu, Mauliru, Lambanapu, dan Kawangu.
Sejak 2025, inisiatif tersebut telah menjangkau 1.295 masyarakat setempat. “Program ini mampu mendorong peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 50%, menciptakan 67 lapangan kerja baru, serta memastikan 100% produk terserap pasar,” kata Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id, Senin (6//7/2026).
Saat ini, menurut Boy, ekosistem Desa Sejahtera Astra Sumba Timur melibatkan sekitar 250 perajin, yang 97% di antaranya merupakan perempuan. Melalui pendampingan kapasitas, pengembangan produk, dan perluasan akses pasar, tenun ikat khas Sumba tidak hanya terus dilestarikan sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi sumber penghasilan yang mendukung kesejahteraan keluarga dan komunitas.
Baca Juga
Desa Sejahtera Astra Sumba Timur Hadir di 'Indonesia–Singapore Orchid Extravaganza'
"Melalui Desa Sejahtera Astra, kami percaya bahwa setiap daerah memiliki potensi yang dapat menjadi penggerak kesejahteraan Masyarakat,” ujar Boy.
Boy Kelana mengungkapkan, di Sumba Timur, pelestarian tenun ikat mampu menjaga warisan budaya, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya perempuan. Peluang ekonomi itu diperoleh antara lain melalui penguatan kapasitas, akses pasar, dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Boy menjelaskan, pengembangan Desa Sejahtera Astra Sumba Timur turut diperkuat oleh penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2023 sekaligus penggerak Desa Sejahtera Astra Sumba Timur, Reza Permadi.
Melalui inisiatif Digital Transformation for Sustainable Tourism, Culture & Heritage, kata Boy Kelana, Reza mendorong transformasi digital desa wisata melalui sistem manajemen pengunjung untuk meningkatkan efisiensi operasional dan visibilitas destinasi bagi pasar domestik maupun internasional.
“Inisiatif itu juga memperluas akses pasar digital para pelaku UMKM, khususnya perajin tenun ikat khas Sumba, dengan mengintegrasikan teknologi dan kearifan lokal agar produk budaya memiliki daya saing yang lebih tinggi,” tutur dia.
Baca Juga
Astra Ajak Anak Muda Jadi Inisiator Perubahan melalui ‘17th SATU Indonesia Awards 2026’
Selai itu, Reza Permadi menghadirkan pendekatan multidisiplin dalam pengembangan desa wisata dengan mendampingi masyarakat agar mampu mengadopsi teknologi secara efektif dari hulu hingga hilir. Model yang dikembangkan juga membuka peluang standardisasi produk kerajinan untuk pasar ekspor serta memperkuat kewirausahaan desa melalui pengembangan unit usaha berbasis digital.
“Melalui inisiatif tersebut, ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif desa terus berkembang tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Sumba Timur,” tandas Boy Kelana.
Boy menambahkan, semangat Astra dalam mendukung pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan potensi lokal sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
