GreenBus Pertamina Bikin Pelajar Lihat Jakarta dari Sisi yang Berbeda
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina (Persero), mengajak generasi muda memahami praktik keberlanjutan melalui program GreenBus Pertamina 2026. Program edukasi berbasis pengalaman itu membawa pelajar mengunjungi Kampung Hijau Gang Cemara di Jakarta Utara untuk mempelajari pengelolaan sampah, pertanian perkotaan, dan ketahanan pangan yang dikembangkan bersama masyarakat.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan di tengah tantangan kualitas udara dan padatnya aktivitas perkotaan. Selain GreenBus Pertamina, perusahaan juga mengembangkan program Sekolah Energi Berdikari STEM, yakni program edukasi lingkungan berbasis sains, teknologi, rekayasa, dan matematika yang mendorong peserta menciptakan solusi sederhana bagi persoalan lingkungan.
Dalam kunjungan ke Kampung Hijau Gang Cemara, peserta diperkenalkan pada berbagai inovasi pengelolaan sampah, urban farming atau pertanian perkotaan, serta sistem ketahanan pangan yang dikelola secara kolaboratif oleh warga. Kawasan binaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) Pertamina itu berhasil bertransformasi dari permukiman padat menjadi ruang hijau yang produktif.
Baca Juga
Pertamina Bantu Korban PHK Bangun Usaha Lewat Program UMiMAX
Salah satu peserta GreenBus Pertamina dari SMA Negeri 3 Jakarta, Yasser, mengaku pandangannya terhadap kawasan pinggiran Jakarta berubah setelah melihat langsung praktik pelestarian lingkungan yang dilakukan masyarakat.
"Saya justru senang melihat masyarakat di sini memiliki kepedulian yang luar biasa terhadap lingkungan, bahkan menurut saya lebih terasa dibandingkan beberapa kawasan di pusat kota," ujar Yasser dikutip Minggu (5/7/2026).
Selama mengikuti kegiatan, Yasser mempelajari cara mengolah sampah organik menjadi pakan ikan, mengenal pertanian perkotaan, hingga mencoba berbagai hasil panen yang dikembangkan masyarakat. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat diterapkan dalam program lingkungan di sekolah. "Saya memang sedang menjalankan program bertema lingkungan. Jadi banyak ilmu yang bisa saya bawa pulang dan coba terapkan," katanya.
Ia menilai GreenBus Pertamina bukan sekadar perjalanan edukatif, tetapi juga wadah yang mempertemukan generasi muda dengan praktik baik yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.
"GreenBus Pertamina bisa menjadi wadah yang mengantarkan anak-anak muda agar lebih peduli terhadap lingkungan. Program ini membuka wawasan bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan bersama," katanya.
Pengalaman serupa dirasakan peserta lain, Nuzlah. Ia mengatakan pembelajaran langsung di lapangan memberikan pengalaman yang tidak bisa diperoleh hanya melalui media sosial atau internet.
"Menurut aku kegiatan ini menambah wawasan, pengalaman, sekaligus relasi. Kita memang bisa mencari informasi di media sosial atau internet, tapi kalau datang langsung ke lapangan rasanya berbeda. Kita bisa melihat dan mempraktikkan langsung ilmu tentang lingkungan," katanya.
Empat Lokasi Edukasi Keberlanjutan
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan GreenBus Pertamina dirancang sebagai program edukasi yang memberi kesempatan kepada generasi muda melihat sekaligus terlibat langsung dalam berbagai praktik keberlanjutan. Pada 2026, program tersebut akan mengunjungi 4 lokasi.
"Pada program ini para peserta yang terpilih akan diajak untuk mengeksplorasi praktik baik lingkungan, budaya lokal, teknologi, dan inovasi keberlanjutan melalui perjalanan edukatif, mentoring, serta program inkubasi," kata Baron.
Baca Juga
Pertamina Streamlines 31 Subsidiaries as Indonesia's State Energy Giant Pushes Sweeping Overhaul
Ia menjelaskan GreenBus Pertamina tidak hanya mengajak peserta memahami persoalan lingkungan, tetapi juga menunjukkan bahwa solusi dapat dimulai dari lingkungan terkecil melalui kolaborasi masyarakat, komunitas, dan dunia usaha.
Belajar dari Kampung Hijau Gang Cemara, lanjut Baron, sebuah kawasan dapat berubah menjadi ruang hijau yang produktif ketika seluruh pemangku kepentingan bekerja bersama. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menerapkan aksi nyata di lingkungan masing-masing.
"Selain Kampung Hijau Cemara, peserta juga akan kami ajak ke lokasi Program CSR Pertamina yang selaras dan menjalankan praktik baik pengelolaan lingkungan di masyarakat, yaitu Kampung Eduwisata Bhinneka, Jakarta Pusat, di mana pengelolaan kampung peduli iklim dilakukan melalui pemanfaatan energi terbarukan, Kampung Keberagaman & Batik Proklim Lestari di Cirebon untuk melihat pembuatan batik yang memanfaatkan limbah botol plastik tanpa canting, serta Kampoeng Radjoet Binong Merajut Asa Kita di Bandung untuk belajar membuat aksesori fesyen berbahan kain perca," tutup Baron.
