Catat Efisiensi Energi 90.502 MWh, PGE (PGEO) Perkuat Jalan Menuju 'Net Zero'
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), perusahaan energi terbarukan berbasis panas bumi berkode emiten PGEO, memperkuat kontribusinya terhadap target net zero emission (NZE) Indonesia melalui peningkatan efisiensi energi, pengurangan emisi, dan pengembangan inovasi energi bersih di seluruh lini operasional pada 2025. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan perseroan terhadap komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) , target pengurangan emisi nasional yang disampaikan Indonesia dalam Perjanjian Paris.
Adapun PGE mencatat penghematan energi sebesar 90.502,28 MWh sepanjang 2025.
Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Andi Joko Nugroho mengatakan penerapan praktik keberlanjutan secara konsisten menjadi elemen penting dalam menjaga daya saing bisnis panas bumi. "Seluruh implementasi keberlanjutan dijalankan secara transparan dengan mengacu pada standar pelaporan global," kata dia dikutip Kamis (14/5/2026).
Baca Juga
'Gaspol' Eksekusi Proyek! PGE Bidik 1 GW, Proyek Ulubelu hingga Lumut Balai Jadi Andalan
Laporan keberlanjutan perseroan juga telah diverifikasi lembaga independen berlisensi AA1000 dengan assurance type 1 dan type 2 level moderate. Berdasarkan Laporan Keberlanjutan 2025, PGE mencatat penghematan energi sebesar 90.502,28 MWh sepanjang tahun lalu. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan 40.058,77 MWh pada tahun sebelumnya.
Peningkatan efisiensi didorong optimalisasi operasional di sejumlah wilayah kerja panas bumi. Perseroan melakukan debottlenecking jalur produksi di Area Ulubelu agar sumur bertekanan rendah dapat masuk ke sistem produksi, mengoptimalkan vacuum pump pada gas extraction system di seluruh pembangkit listrik tenaga panas bumi, serta memodifikasi hand control valve di Lumut Balai untuk meminimalkan uap terbuang.
Selain itu, PGE memperluas pemanfaatan energi terbarukan untuk kebutuhan internal operasional, termasuk penggunaan pembangkit listrik tenaga surya di fasilitas operasional dan perkantoran. Dari sisi efisiensi, rasio intensitas energi perseroan tercatat sebesar 0,037 MWh/MWh pada 2025 atau turun 10,10% dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio ini mencerminkan semakin efisiennya penggunaan energi dalam mendukung aktivitas operasional perusahaan.
Sementara itu, penggunaan energi terbarukan dalam operasional tetap tinggi, mencapai 94,36%. Kinerja pengelolaan emisi juga menunjukkan hasil positif. Intensitas emisi PGE tercatat sebesar 41,12 gram CO2e per kWh, jauh di bawah ambang batas 100 gram CO2e per kWh yang ditetapkan dalam EU Taxonomy maupun Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia.
Capaian tersebut menegaskan operasional panas bumi PGE tetap berada dalam kategori energi rendah karbon. Pada saat yang sama, kapasitas operasi perseroan berkontribusi terhadap penghindaran emisi lebih dari 4,29 juta ton CO2e sepanjang 2025. Selain efisiensi energi, perseroan memperkuat pengelolaan limbah nonbahan berbahaya dan beracun melalui pendekatan 4R, yaitu reduce, reuse, recycle, dan recovery. Sepanjang 2025, volume limbah non-B3 yang dikelola mencapai 17 ton, meningkat 24,5% dibandingkan 13,66 ton pada 2024.
Penguatan praktik keberlanjutan juga tercermin dari pengelolaan sumber daya air. Pada 2025, konsumsi air perseroan turun 33,31% menjadi 262,24 megaliter dari sebelumnya 393,23 megaliter pada 2024. Di luar pembangkitan listrik, PGE terus mengembangkan inovasi beyond electricity. Salah satu proyek strategisnya adalah Tanjung Sekong Green Terminal yang memanfaatkan green hydrogen berbasis panas bumi untuk mendukung kebutuhan energi terminal LPG di Cilegon.
Baca Juga
Laba PGE (PGEO) Melejit 40% Ditopang Margin Tinggi dan Kenaikan Produksi
Penguatan implementasi keberlanjutan itu berbanding lurus dengan pengakuan global terhadap kinerja ESG perseroan. Pada 2025, PGE meraih skor Sustainalytics ESG Risk Rating sebesar 7,1 atau kategori risiko dapat diabaikan.
“Pengembangan panas bumi tidak hanya berfokus pada penyediaan energi bersih. PGE juga memastikan seluruh operasional dijalankan secara bertanggung jawab, efisien, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar,” kata Andi.

