Dorong Komoditas Unggulan Lokal, Astra Tingkatkan Pendapatan Masyarakat Lombok dan Bandung
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Astra terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan komoditas unggulan lokal melalui program Desa Sejahtera Astra. Inisiatif ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia, di antaranya Lombok dan Bandung.
Astra menjadi bagian dalam Kolaborasi Kampus Berdampak melalui pendekatan One Village One CEO (OVOC), yaitu sebuah program pengembangan ekosistem bisnis desa hulu-hilir berbasis produk unggulan lokal yang dilaksanakan pada Jumat (24/4/2026), di Desa Sejahtera Astra Kabupaten Bandung Barat.
Menurut Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, aktivitas ini dijalankan sejak 2020, meliputi analisis perencanaan potensi produksi bersama mitra kelompok tani, transfer pengetahuan dan teknologi dalam peningkatan kualitas produk holtikultura, serta aktivitas pemasaran dan kerja sama dengan mitra pasar.
“Program ini mencakup lahan seluas 20 ha dengan melibatkan650 masyarakat terpapar program, dan kapasitas produksi 15 ton per siklus panen di enam desa,” kata Boy dalam siaran pers yang diterima investortrust.id, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga
Astra Ultra 69: Konsistensi dan Kebersamaan dalam Tantangan 69 Km
Boy Kelana mengungkapkan, masyarakat setempat mengembangkan komoditas hortikultura, seperti selada air, labu, tomat, buncis kenya, cabai, kol merah, dan paprika. Mereka mendapat dukungan berupa peningkatan kapasitas produksi, kualitas hasil panen, dan perluasan akses pasar, dengan tingkat penyerapan produk yang optimal.
“Melalui program Desa Sejahtera Astra Bandung Barat, petani mengalami peningkatan pendapatan dari Rp 1,2 juta menjadi Rp 2,5 juta per bulan,” ujar dia.
Boy menjelaskan, Astra memandang desa bukan hanya sebagai objek pemberdayaan, melainkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Melalui pengembangan komoditas unggulan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, Astra ingin memastikan masyarakat tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memiliki daya saing dan akses pasar yang berkelanjutan.
Di wilayah lainnya, menurut Boy Kelana, Astra juga turut terlibat dalam kolaborasi yang mencakup pengembangan desa serta peningkatan kapasitas pengolahan produk porang di Desa Sejahtera Astra Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Sosial, Universitas Mataram, dan pembeli tetap (offtaker) produk porang, yaitu PT Sanindo Pangan Rinjani, pada Kamis (16/4/2026).
“Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat dan semakin mengakselerasi program yang telah berjalan di Desa Sejahtera Astra Lombok Utara, NTB,” tutur Boy Kelana.
Boy menambahkan, Astra telah melakukan pendampingan di Desa Sejahtera Astra Lombok Utara sejak 2019 dengan melibatkan 432 masyarakat di 16 desa melalui pelatihan komprehensif, dari budidaya hingga pascapanen, pengolahan hasil pertanian, sertifikasi produk, hingga penguatan sarana produksi.
Baca Juga
Astra Go Walking Diresmikan, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Kolaborasi Insan Astra
Melalui proses tersebut, kata Boy, masyarakat mengembangkan komoditas unggulan, seperti porang, sorgum, kemiri, mete, kelor, dan cabai sebagai penggerak ekonomi desa. Program ini turut mendorong peningkatan pendapatan masyarakat dari sebelumnya di bawah Rp 1 juta menjadi sekitar Rp 3 juta per bulan serta membuka peluang kerja baru.
Dia mengemukakan, hingga 2025, program Desa Sejahtera Astra telah menjangkau 1.533 desa di 180 kabupaten di seluruh Indonesia, dengan rata-rata peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 56,85% serta menciptakan lebih dari 3.700 lapangan kerja baru.
“Selain itu, 492 desa telah berhasil menembus pasar ekspor ke 26 negara dengan total valuasi mencapai sekitar Rp 411 miliar,” ujar dia.
Boy menegaskan, semangat Astra dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

