Dari Desa hingga Kampus, Strategi Pertamina Jaga Bumi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina (Persero) memperkuat komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan pada peringatan Hari Bumi 2026 bertema “Our Power, Our Planet” melalui berbagai program terintegrasi di seluruh lini bisnis dan inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Upaya ini penting untuk memperluas dampak pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan peringatan Hari Bumi menjadi titik penguatan sinergi lintas pemangku kepentingan. “Melalui berbagai program TJSL dan inovasi di seluruh lini bisnis, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berkontribusi menjaga bumi,” ujar Baron dikutip Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu pendekatan yang dilakukan, yakni melibatkan mahasiswa, peneliti, kelompok masyarakat, hingga pelaku usaha melalui berbagai program yang dikelola Pertamina Foundation. Keterlibatan ini diarahkan tidak hanya pada aspek pelestarian lingkungan, tetapi juga peningkatan kesejahteraan berbasis ekonomi lokal.
Baca Juga
Gandeng BEI dan Bank Mandiri (BMRI), Pertamina NRE Perluas Akses Kredit Karbon
Melalui program PFlestari, Pertamina mendorong pelestarian lingkungan dengan optimalisasi kawasan hutan melalui penanaman lebih dari 1 juta pohon daratan dan mangrove. Program ini juga diikuti dengan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan hasil hutan serta pemanfaatan limbah tanaman menjadi produk bernilai ekonomi.
“Kegiatan ini mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan hasil hutan dan pemanfaatan limbah tanaman menjadi produk bernilai ekonomi,” jelas Baron.
Di sisi lain, sejalan dengan agenda transisi energi, Pertamina juga mengembangkan program Desa Energi Berdikari Sobat Bumi atau DEB SoBI. Program ini mendorong pemanfaatan energi terbarukan di tingkat desa dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam produksi dan pemanfaatan energi bersih.
“Dalam 3 tahun terakhir, Pertamina telah membina 40 desa dengan total energi yang dihasilkan mencapai 1.100 kWh per tahun dari panel surya dan 6.199 meter kubik biogas, serta memberikan manfaat bagi lebih dari 1.600 masyarakat,” ungkap Baron.
Di bidang pendidikan, Pertamina turut memperluas dampak sosial melalui program beasiswa Sobat Bumi yang telah menjangkau lebih dari 5.000 penerima sejak 2011. Para penerima beasiswa dari Sumatra hingga Papua juga terlibat dalam berbagai aksi lingkungan, mulai dari penanaman pohon hingga kegiatan bersih lingkungan.
Selain itu, Pertamina mendorong pengembangan wirausaha berbasis ekonomi sirkular. Salah satu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan berhasil mengolah minyak jelantah menjadi sabun dan lilin, sekaligus memanfaatkan limbah produksinya sebagai pakan magot. “Melalui pelestarian lingkungan, pengembangan energi bersih, dan pemberdayaan masyarakat, Pertamina berupaya menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tambah Baron.
Baca Juga
Pertamina Dorong Pembalap Muda lewat Mandalika Racing Series 2026
Komitmen tersebut sejalan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam penanganan perubahan iklim, perlindungan ekosistem daratan dan lautan, serta kontribusi Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca melalui Nationally Determined Contribution (NDC), yaitu komitmen nasional pengurangan emisi.
“Menjaga bumi adalah gerakan bersama. Pertamina akan terus membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat, komunitas, dan generasi muda agar upaya menjaga lingkungan dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan,” tutup Baron.

