Jelajah Desa Wisata Bakti BCA di Belitung, dari Melihat Tarsius hingga Tradisi Makan Bedulang
Poin Penting
|
BELITUNG, investortrust.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menegaskan komitmennya terhadap prioritas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Indonesia lewat inisiatif Desa Bakti BCA. Inisiatif ini sejalan dengan prinsip menciptakan nilai bersama dan memiliki misi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menjelaskan, kontribusi BCA di Desa Bakti BCA merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan daya tarik wisata sekaligus perekonomian UMKM di sekitar destinasi wisata. Tak sekadar memberikan pendampingan, Bakti BCA juga memastikan desa binaannya bisa naik kelas menjadi desa yang mandiri.
Inisiatif tersebut tampak dari Desa Bakti BCA yang berada di Provinsi Bangka Belitung, antara lain Bukit Peramun dan Desa Wisata Kreatif Terong. Kedua desa ini terbukti telah menjadi salah satu tujuan wisata karena memiliki keunikan yang pada akhirnya memiliki daya tarik bagi para wisatawan.
“Kami senantiasa mendorong desa-desa yang telah menjadi binaan Bakti BCA untuk menonjolkan karakteristik yang dimiliki. Semoga dukungan kami bisa memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Hera, Jumat (26/4/2026).
Baca Juga
Desa Wisata Naik Daun, BCA Berikan Diskon 30% untuk Pengunjung Desa Bakti di Libur Nataru
Menikmati Laut Cina Selatan di Bukit Peramun
Bukit Peramun merupakan salah satu Desa Bakti BCA sejak tahun 2018. Berlokasi di pusat segitiga pariwisata Belitung meliputi Kota Tanjung Pandan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, dan Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin, Bukit Peramun menawarkan pengalaman wisata alam yang autentik. Dengan ketinggian 129 meter di atas permukaan laut, kawasan ini menyuguhkan panorama hutan alami yang masih asri, hamparan batu granit khas Belitung, serta pemandangan Laut Cina Selatan dan gugusan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Bukit Peramun dapat dijangkau dengan mudah menggunakan kendaraan pribadi. Jarak tempuh dari pusat Kota Tanjung Pandan sekitar 20 kilometer, sementara dari Bandara H.A.S. Hanandjoeddin sekitar 22 kilometer.
Ketua Kelompok Arsel Community Fahri Rizaldi menuturkan, sejak tahun 2006, Bukit Peramun dikelola secara mandiri oleh masyarakat melalui kelompok Hutan Kemasyarakatan Arsel. Kemudian pada tahun 2017, kawasan ini mulai dibuka untuk kunjungan wisata dengan mengusung konsep community-based tourism, yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, pelestarian lingkungan, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal.
Konsistensi dalam pengelolaan tersebut membuahkan pengakuan nasional. Pada 2023, Bukit Peramun resmi dinobatkan sebagai Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat di Indonesia oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), sebagai bentuk apresiasi atas inovasi digital yang diterapkan dalam pengelolaan wisata. Selain itu, Bukit Peramun juga meraih penghargaan Green Gold kategori Pelestarian Lingkungan dalam ajang Indonesian Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019.
"Kita buat konsep hutan digital karena kita lihat kenapa sih orang tidak suak ke hutan beda dengan daerah-daerah lainnya. Makanya kita buat sesuatu yang unik dan masukkanlah konsep digitalisasi, sampai akhirnya kita dapat rekor MURI sebagai hutan pertama berbahasa digital di Indonesia. Ini berkat bantuan BCA karena ada pelatihan digitalisasi dengan pengembangan sumber daya manusia ke tim kami, termasuk pengembangan aplikasi," ujarnya kepada Investortrust, Sabtu (25/4/2026).
Sejalan dengan pencapaian tersebut, Bukit Peramun semakin naik kelas di mata internasional. Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dalam beberapa tahun terakhir, pada 2023 ada sekitar 387 wisatawan lalu naik menjadi 485 wisatawan pada 2025.
Di sisi lain, minat wisatawan domestik untuk mengunjungi Bukit Peramun juga tak surut. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 1.648 wisatawan domestik mengunjungi Bukit Peramun, naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 1.356 wisatawan domestik. "Untuk pengunjung kita kebanyakan justru dari turis mancanegara 60%-70%," kata Fahri.
Seiring dengan kenaikan jumlah pengunjung, para pengurus desa konsisten mengaplikasikan berbagai inovasi teknologi baru, misalnya aplikasi virtual assistant berbasis android, untuk memperkenalkan jenis dan manfaat tanaman di Bukit Peramun serta virtual guide dalam dua bahasa (bahasa Indonesia dan bahasa Inggris). Adapun ada beberapa paket wisata yang ditawarkan seperti kunjungan ke semua spot wisata, makan di bukit tertinggi hingga mengamati Tarsius. Tarsius adalah primata terkecil di dunia dan bermata besar, mampu memutar kepala dan melompat hingga 3 meter.
Untuk memaksimalkan kunjungan, terdapat beberapa tips berkunjung ke Bukit Peramun yang perlu dipertimbangkan oleh pengunjung:
1.Reservasi kunjungan
Demi menjaga kualitas kunjungan dan keberlanjutan kawasan, wisatawan diwajibkan melakukan reservasi terlebih dahulu melalui situs resmi www.peramun.com. Pengunjung dapat memilih berbagai paket wisata sesuai minat, dengan sistem pemesanan dan pembayaran yang telah terintegrasi secara digital.
2.Memilih waktu kunjungan terbaik
Waktu kunjungan terbaik ke Bukit Peramun direkomendasikan pada musim kemarau, yaitu antara bulan April hingga September, mengingat aktivitas wisata di kawasan ini sangat bergantung pada kondisi alam. Kegiatan wisata umumnya berlangsung pada pagi dan sore hari. Jika ingin menyaksikan primata nokturnal Tarsius di alam liar dan menikmati panorama langit bertabur bintang, kunjungan pada sore hari bisa menjadi pilihan.
3.Menyesuaikan pakaian
Kunjungan ke Bukit Peramun melibatkan banyak aktivitas luar ruang, seperti trekking. Untuk itu, pakaian dan alas kaki nyaman menjadi kunci ketika hendak berkunjung. Pastikan berkunjung dalam kondisi fisik yang sehat, menggunakan perlengkapan yang sesuai, serta membawa kebutuhan pribadi selama kegiatan berlangsung.
4.Mengikuti panduan keamanan
Pengelola juga menekankan pentingnya keselamatan dan kesiapan pengunjung dengan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan, terutama untuk aktivitas trekking. Untuk itu, pastikan mengikuti panduan keamanan dari pengelola selama beraktivitas di Bukit Peramun.
Baca Juga
Empat Tim Mahasiswa Menangi Genera-Z Berbakti BCA, Siap Kembangkan Desa Wisata di Indonesia
Makan Bedulang di Desa Wisata Kreatif Terong
Selain Bukit Peramun, BCA juga memiliki desa wisata lain di Belitung. Kali ini, berlokasi di pesisir pantai utara Kabupaten Belitung, Desa Wisata Kreatif Terong berjarak sekitar 27,5 kilometer dari Bandara H.A.S Hanandjoeddin atau dapat ditempuh dengan berkendara sekitar 40 menit. Desa yang terletak di area bekas tambang timah ini menjadi kawasan wisata produktif ekonomi yang memadukan alam dan edukasi, seperti Wisata Aik Rusa Berehun dan hiking.
Desa Wisata Kreatif Terong memiliki sejarah panjang, termasuk asal-usul nama yang berkembang dari cerita masyarakat lokal hingga kisah legenda tentang tokoh bernama Nenek Sakti yang dipercaya melindungi warga dari serangan perompak laut pada masa lampau.
Seiring perkembangan waktu, Desa Terong resmi ditetapkan pada tahun 1949 dan kini dikenal sebagai salah satu desa yang mengandalkan sektor pertanian dan pariwisata berbasis masyarakat. Selain itu, desa ini juga menjadi bagian dari transformasi wilayah Belitung yang sebelumnya dikenal sebagai daerah pertambangan timah.
Perkembangan pariwisata di Belitung meningkat pesat sejak popularitas film Laskar Pelangi, yang turut memperkenalkan destinasi unggulan seperti Pantai Tanjung Tinggi dan Pantai Tanjung Kelayang.
Meski sempat tertinggal dan tidak dilalui arus wisata, masyarakat Desa Terong mulai berbenah sejak 2013 dengan mengembangkan konsep desa wisata berbasis edukasi dan budaya. Inspirasi pengembangan tersebut salah satunya mengacu pada Desa Wisata Pentingsari yang telah lebih dulu sukses.
Saat ini, Desa Terong menawarkan berbagai aktivitas yang direklamasi secara swadaya oleh komunitas. Wisata Aik Rusa Berehun kini menjelma destinasi menarik yang dilengkapi sejumlah fasilitas, seperti warung jualan UMKM, tempat pertunjukan seni, hingga pondok pertemuan. Aktivitas memancing ikan seperti nila, lele, dan patin juga menjadi pilihan menarik yang dapat dilakukan saat mengunjungi desa ini.
Makan bedulang juga menjadi aktivitas khas lain dari desa ini. Bedulang adalah tradisi makan bersama khas Belitung yang melambangkan kebersamaan dan persaudaraan, di mana empat orang duduk bersila mengelilingi satu dulang (nampan besar). Tradisi ini menggunakan tudung saji merah, menyajikan lauk-pauk khas seperti gangan ikan, ikan bakar, ayam kemiri/cumi goreng tepung, sambal kicap, sambal serai, dan lalapan. Tradisi makan bedulang menekankan sopan santun, seperti mendahulukan orang yang lebih tua.
Pada tahun 2026, Desa Wisata Kreatif Terong ini menjadi salah satu lokasi yang ditunjuk dalam program Genera-Z Berbakti. Program pengabdian masyarakat untuk mahasiswa ini diharapkan bisa membawa inovasi terbaru bagi Desa Bakti BCA yang telah dipilih untuk lebih naik kelas.

