Elnusa (ELSA) Turunkan Emisi 3.079 Ton CO2e dan Pengurangan 178.606 Limbah Plastik
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Elnusa Tbk (ELSA) menegaskan komitmennya memperkuat kinerja environmental, social, and governance (ESG) pada momentum Hari Bumi Rabu (22/4/2026) di Jakarta dengan menurunkan emisi dan memperluas inisiatif keberlanjutan sebagai pendorong efisiensi, mitigasi risiko, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PT Elnusa Tbk (ELSA) mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnisnya. Pendekatan ini menempatkan ESG sebagai strategi inti perusahaan dalam merespons tuntutan transisi energi sekaligus ekspektasi investor global.
Baca Juga
Perkuat Teknologi dan Aset, Elnusa (ELSA) Realisasikan 'Capex' Rp 566 Miliar pada 2025
Corporate Secretary Elnusa Rustam Aji mengatakan, sepanjang 2025, perseroan mencatat penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 3.079 ton CO2e, meningkat signifikan dibandingkan 367 ton CO2e pada 2022. "Kinerja tersebut mencerminkan efektivitas strategi dekarbonisasi yang dijalankan melalui efisiensi energi, optimalisasi proses operasional, serta penerapan prinsip 3R atau reduce, reuse, recycle dalam pengelolaan sumber daya," kata dia dikuti[ Jumat (24/4/2026).
Capaian ini sekaligus memperkuat kontribusi Elnusa terhadap target net zero emission 2060 yang dicanangkan pemerintah. Konsistensi penurunan emisi menjadi indikator penting bahwa strategi keberlanjutan mampu berjalan seiring dengan peningkatan kinerja operasional perusahaan.
Di sisi lain, Elnusa juga memperkuat pengelolaan limbah melalui pendekatan berbasis teknologi. Sepanjang periode yang sama, perusahaan berhasil mengurangi 178.606 botol plastik melalui penggunaan reverse vending machine yang dikembangkan bersama PlasticPay. Inisiatif ini tidak hanya menekan penggunaan plastik sekali pakai, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju ekonomi sirkular, yaitu sistem yang memaksimalkan penggunaan kembali sumber daya agar limbah dapat diminimalkan.
Komitmen terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui program Elnusa Green Action. Perseroan menanam lebih dari 7.500 pohon, termasuk 5.600 mangrove di wilayah pesisir, yang berfungsi menyerap karbon sekaligus melindungi ekosistem dari dampak perubahan iklim. Program ini juga melibatkan masyarakat lokal sehingga memberikan nilai sosial tambahan di tingkat komunitas.
Rustam menegaskan bahwa ESG telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan. “Kami melihat ESG bukan sekadar kepatuhan, tetapi sebagai sumber keunggulan kompetitif. Inisiatif yang kami jalankan dirancang untuk memberikan dampak lingkungan yang terukur, sekaligus menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi perusahaan dan investor,” ujarnya.
Lebih lanjut, Elnusa terus memperkuat tata kelola keberlanjutan melalui transparansi dan akuntabilitas yang selaras dengan standar global. Perseroan juga menyelaraskan inisiatifnya dengan Sustainable Development Goals, terutama pada tujuan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, aksi terhadap perubahan iklim, perlindungan ekosistem laut, serta ekosistem daratan.
Baca Juga
Elnusa (ELSA) Siapkan Strategi Dukung Swasembada Energi dan Transisi Rendah Karbon
Pendekatan ESG yang terintegrasi ini memperkuat posisi Elnusa sebagai perusahaan jasa energi yang adaptif terhadap perubahan lanskap industri. Fokus pada efisiensi operasional, pengelolaan risiko lingkungan, dan penciptaan dampak sosial dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga daya saing di tengah transisi energi global.
Melalui momentum Hari Bumi 2026, Elnusa menegaskan komitmennya untuk terus memperluas inisiatif ESG yang terukur dan kolaboratif. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang.

