Pertamina Cetak 168 Wirausaha Baru Lewat Umimax
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina melalui program Ultra Mikro Pertamina Aksi atau Umimax membantu masyarakat terdampak pemutusan hubungan kerja bangkit menjadi wirausaha mandiri dengan omzet jutaan rupiah, sekaligus memperkuat ekonomi rakyat di tengah tekanan ekonomi.
Program ini dijalankan oleh PT Pertamina sebagai perusahaan energi milik negara melalui inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), yang fokus pada pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro.
Kisah Ristianti menjadi gambaran nyata dampak program tersebut. Ia sebelumnya kehilangan pekerjaan sebagai guru, disusul suaminya yang juga terkena PHK. Untuk bertahan, ia sempat berjualan kue kecil-kecilan sementara suaminya bekerja sebagai pengemudi ojek daring.
Baca Juga
Distribusi LPG Diperkuat, Pertamina Andalkan Armada Kapal Terintegrasi
Harapan mulai muncul saat ia bergabung dengan Umimax. Program ini membekalinya dengan gerobak usaha warung kopi, pelatihan, serta pendampingan bisnis. Dari kondisi tanpa kepastian, ia kemudian berhasil menjadi pelaku usaha mandiri dengan omzet jutaan rupiah dan mampu membiayai pendidikan anak-anaknya.
Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina Rudi Arifianto mengatakan program ini telah berjalan sejak Desember 2025 sebagai bagian dari peringatan hari ulang tahun Pertamina. Ia menyebut kelompok pertama peserta diharapkan menjadi model pengembangan usaha ultra mikro.
“Dari sisi profil peserta, sekitar 75% mitra Umimax merupakan korban PHK, sedangkan sisanya masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah. Program ini menjadi komitmen Pertamina untuk mendorong perekonomian masyarakat melalui hibah sarana usaha, pelatihan dan pendampingan usaha,” ujar Rudi dalam seremoni wisuda peserta di Auditorium Universitas Pertamina, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Program Umimax telah menjangkau wilayah Jabodetabek, Karawang, Subang, dan Bandung. Peserta menjalankan berbagai jenis usaha seperti warung makan Indomie, kopi keliling, hingga layanan mini ATM.
Rudi mengungkapkan, para peserta mampu mencatatkan rata-rata omzet bulanan sekitar Rp 30 juta. Bahkan, sebagian di antaranya memperoleh laba lebih dari Rp 10 juta per bulan. Secara kumulatif, total pendapatan peserta dari Januari hingga April 2026 mencapai Rp 2,75 miliar dengan laba bersih Rp 858 juta. “Dampak positif ini mendorong kami untuk lebih mengembangkan program Umimax,” kata Rudi.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menambahkan, program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong pelaku usaha ultra mikro agar naik kelas.
“Pertamina memberikan apresiasi atas semangat dan keberhasilan mitra usaha ultra mikro dalam mengikuti program Umimax. Wisuda ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk terus mengembangkan kapasitas usaha,” ujar Baron.
Baca Juga
Ke depan, Pertamina menargetkan perluasan program dengan menjaring hingga 1.000 peserta sepanjang 2026. Fokus akan diarahkan pada wilayah dengan tingkat kerentanan ekonomi tinggi berdasarkan data sosial ekonomi nasional.
Salah satu peserta lainnya, Tasya Putri Nabilah, mengaku program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga membuka akses pendidikan bagi keluarganya. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pertamina, atas program ini saya tadinya hampir putus kuliah. Namun sejak bergabung dengan UMiMAX, saya berhasil menyelesaikan kuliah dan menyekolahkan adik saya,” ujarnya.
Melalui program ini, Pertamina menunjukkan bahwa intervensi yang tepat pada sektor ultra mikro tidak hanya menciptakan lapangan usaha baru, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dari bawah.

