Diler Jepang Mulai Tumbang, ADM Siapkan Jurus Ini untuk Pasar Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Persaingan industri otomotif nasional semakin ketat seiring masuknya merek-merek asal China yang agresif memperluas jaringan. Di tengah dinamika tersebut, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memiliki sejumlah jurus untuk memperkuat pasar nasional.
Marketing & Customer Relations Division Head ADM Rokky Irvayandi mengakui lanskap industri kini semakin beragam dengan bertambahnya jumlah merek di pasar Indonesia. “Saat ini landscape otomotif di Indonesia memang menjadi cukup beragam dengan pertumbuhan merek-merek baru,” ujar Rokky di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, fenomena perpindahan diler ke merek baru menjadi bagian dari dinamika bisnis. Namun Daihatsu memilih fokus pada penguatan kualitas layanan untuk mempertahankan loyalitas jaringan.
“Kami terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dari diler-diler kami,” sambungnya.
Saat ini, Daihatsu didukung oleh jaringan yang cukup kuat dengan total sekitar 260 outlet di seluruh Indonesia. Jaringan tersebut terbagi dalam 23 grup diler yang menjadi tulang punggung distribusi dan layanan purna jual.
Baca Juga
“Kami memiliki 260 outlet dari 23 grup diler, dengan komitmen memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Rokky.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas layanan menjadi strategi utama agar diler tetap bertahan dan berkembang di tengah persaingan. Hal ini diharapkan mampu menjaga daya tarik produk Daihatsu di pasar domestik.
“Harapannya, dari sisi diler kami tetap bisa memberikan layanan yang baik sehingga produk Daihatsu tetap dinikmati masyarakat,” katanya.
Dari sisi industri, tekanan kompetisi tidak hanya datang dari sisi produk, tetapi juga model bisnis dan ekspansi jaringan. Merek China dikenal agresif dalam menawarkan insentif dan inovasi teknologi.
Meski demikian, Daihatsu masih memiliki basis pasar yang kuat. Secara nasional, pangsa pasar Daihatsu pada awal 2026 diperkirakan stabil di kisaran 16-17%, melanjutkan capaian sekitar 16,5% sepanjang 2025.
