IAMI Sebut Peluang Ekspor Traga AC Terbuka Lebar di Tengah Konflik Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) melihat peluang ekspor kendaraan niaga ringan Isuzu Traga, termasuk varian terbaru Traga AC, masih terbuka luas di tengah dinamika ekonomi global. Model ini dinilai memiliki daya saing tinggi karena dikembangkan langsung dari Indonesia.
Business Strategy Division Head PT IAMI Rian Erlangga mengatakan Traga merupakan produk global yang lahir dari riset pasar domestik. Keunggulan ini menjadi modal penting untuk penetrasi ekspor.
“Produk Traga ini world premiere-nya di Indonesia, di-research di sini, dilahirkan di sini oleh orang-orang kita, lalu kita ekspor,” ujar Rian saat ditemui di GIICOMVEC 2026, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Ia menegaskan, ekspor Traga terus berkembang dengan penambahan negara tujuan setiap tahun. Saat ini, pasar utama mencakup Asia Tenggara, Afrika, hingga Amerika Selatan.
“Peluang ekspor pasti ada dan tiap tahun kita punya target bertambah negaranya,” katanya.
Baca Juga
Isuzu Resmi Luncurkan Traga AC di GIICOMVEC 2026, Targetkan Pangsa Pasar di Atas 50 Persen
Menurut Rian, permintaan dari pasar global masih relatif stabil meski terjadi ketidakpastian geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah. Dampak yang dirasakan lebih pada fluktuasi harga energi, bukan penurunan permintaan.
“Permintaan ekspor sejauh ini masih relatif sama, belum ada penurunan yang signifikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pasar ekspor utama Traga saat ini tidak terlalu bergantung pada kawasan Timur Tengah. Sebagian besar permintaan datang dari negara berkembang dengan kebutuhan kendaraan niaga untuk distribusi.
“Pasar yang kita layani seperti Afrika, Amerika Selatan, dan Filipina masih cukup kuat,” kata Rian.
Sementara itu, dari sisi domestik Traga didominasi pengguna sektor ritel dan distribusi. Sekitar 80% konsumen berasal dari pelaku usaha kecil hingga menengah yang bergerak di logistik dan distribusi barang kebutuhan sehari-hari.
“Mayoritas digunakan untuk distribusi dan ritel, terutama untuk last mile delivery di berbagai daerah,” jelasnya.
