Sugar Co Rugi Rp 680 Miliar, Danantara Soroti Impor dan Kebocoran Gula Rafinasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) atau Sugar Co mencatatkan kerugian sebesar Rp 680 miliar pada tahun ini.
Dony menjelaskan bahwa tekanan berat pada industri gula nasional dipicu oleh harga yang tidak kompetitif serta derasnya arus impor yang sulit dikendalikan. Kondisi ini semakin diperparah dengan masuknya gula rafinasi ke pasar konsumsi, yang seharusnya diperuntukkan bagi sektor industri.
"Tahun ini Sugar Co membukukan rugi Rp 680 miliar akibat harga yang memang tidak cukup baik serta impor gula yang tidak terkontrol," ujar Dony Oskaria saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga
ID Food dan SGN Segera Merger, Bos Danantara: Holding Gula Nasional Bakal Kuasai 60% Pasar
Menurut Dony, kebocoran distribusi gula rafinasi ke pasar retail telah menekan harga gula lokal sehingga sulit bersaing. Ia pun mendesak pemerintah untuk menangani persoalan ini secara serius demi keberlangsungan industri nasional.
"Kita mengharapkan keseriusan untuk menyelesaikan masalah ini. Jika terus dibiarkan, industri gula kita sulit berkembang akibat kebocoran gula rafinasi yang masuk ke pasar," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyinggung efektivitas bantuan pemerintah senilai Rp 1,5 triliun yang dikucurkan tahun lalu untuk menyerap produksi petani lokal. Dony menilai langkah tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap pemulihan kesehatan finansial industri gula secara menyeluruh.

