Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi di Tengah Tekanan Global
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina (Persero) memperkuat komitmen penghematan energi melalui penerapan budaya hemat energi di lingkungan kerja dan operasional, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam penggunaan energi yang lebih bijak di tengah tekanan geopolitik global terhadap pasokan energi.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, langkah efisiensi energi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung keberlanjutan energi nasional.
“Gerakan bersama menghemat energi makin diperlukan untuk mendukung upaya Pemerintah dalam menjaga keberlanjutan energi di tengah dinamika geopolitik global saat ini,” ujar Baron dikutip Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, penggunaan energi secara bijak, khususnya bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG), menjadi semakin penting. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam merespons risiko geopolitik yang berdampak pada jalur pasokan energi global.
Di lingkungan internal, Pertamina mendorong efisiensi melalui perubahan perilaku pekerja, terutama dalam mobilitas. Perusahaan menyediakan layanan shuttle bus yang menghubungkan kantor dengan simpul transportasi publik, seperti stasiun dan halte, sehingga pekerja dapat beralih ke moda transportasi massal seperti kereta commuter line.
Inisiatif ini tidak hanya diterapkan di Jakarta, tetapi juga di berbagai unit kerja di daerah melalui layanan antar-jemput ke kawasan permukiman atau titik kumpul strategis. Untuk aktivitas pekerjaan dalam kota, pekerja juga diarahkan menggunakan kendaraan kantor secara bersama guna menekan penggunaan kendaraan pribadi.
Selain transportasi, Pertamina mengintegrasikan efisiensi energi dengan gaya hidup sehat melalui program “Sehat Bugar dan Senang” (Sebuse). Dalam program ini, pekerja didorong untuk berjalan kaki ke titik transportasi publik atau bersepeda ke tempat kerja.
Baca Juga
“Berbagai program dikembangkan Pertamina sebagai budaya di internal pekerja, sehingga selain berdampak pada kebugaran tubuh, juga menghemat energi yang jauh hari sudah dilakukan,” kata Baron.
Upaya efisiensi energi juga diperluas ke masyarakat. Pertamina menjalankan program Mudik Bersama dan Balik Bersama untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
“Bareng-bareng Mudik menjadi program rutin Pertamina. Tahun ini, Pertamina juga menyediakan empat armada bus untuk balik ke Jakarta, sehingga Pertamina turut berkontribusi untuk penghematan energi,” jelas Baron.
Program arus balik tersebut dilaksanakan serentak dari empat kota menuju Jakarta pada Sabtu (28/3/2026).
Di sisi operasional, efisiensi energi diterapkan melalui kebiasaan sederhana di kantor, seperti mematikan lampu dan perangkat listrik saat tidak digunakan. Desain gedung yang memaksimalkan pencahayaan alami juga membantu menekan konsumsi listrik pada siang hari.
Pertamina turut memanfaatkan energi baru terbarukan dengan memasang panel surya di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) serta aset operasional dan perkantoran.
Baca Juga
Kemlu dan PIS Bahas Teknis Kepulangan Kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dari Teluk Persia
Lebih lanjut, perusahaan mengembangkan program transisi energi berbasis masyarakat melalui Desa Energi Berdikari, yang telah hadir di 252 lokasi. Program ini membantu masyarakat mengelola energi terbarukan secara mandiri.
Selain itu, Pertamina memperluas jaringan gas rumah tangga sebagai alternatif energi bersih yang lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan energi konvensional.
“Sejalan dengan upaya hemat energi untuk menjaga ketersediaan energi saat ini, Pertamina berupaya memulai dari lingkungan internal dan keluarga pekerja, yang diharapkan dapat membangun kesadaran bersama, untuk bijak menggunakan energi sesuai kebutuhan. Gerakan hemat energi ini akan menjadi budaya yang akan memperkuat swasembada energi bangsa,” tutup Baron.

