Danantara Buka Pendaftaran Mitra Domestik dan Global Proyek Sampah Jadi Energi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) membuka kembali pendaftaran calon mitra proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik pada Rabu (18/3/2026) guna memperluas partisipasi investor dan mempercepat pengembangan infrastruktur energi hijau di tengah tantangan darurat sampah nasional.
Director of Investment PT Danantara Investment Management Fadli Rahman mengatakan, PT Danantara Investment Management (DIM), entitas pengelola investasi di bawah Danantara Indonesia, menyatakan bahwa pembukaan ini merupakan gelombang kedua setelah proses seleksi tahap awal yang mencakup wilayah Bekasi, Denpasar Raya, Bogor Raya, dan Yogyakarta.
Baca Juga
Menjelang Pengumuman Lelang, Proyek Waste to Energy Danantara Jadi Sorotan Pasar
"Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari implementasi kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan," kata dia di Jakarta, Rabu.
Program tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mengatur pengolahan sampah perkotaan menjadi energi listrik melalui teknologi waste-to-energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Skema ini bertujuan mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif yang berkelanjutan.
Melalui pendaftaran ini, Danantara Indonesia membuka peluang bagi badan usaha nasional maupun internasional yang memiliki pengalaman dan kapabilitas dalam proyek PSEL untuk mengikuti proses pembentukan daftar penyedia terverifikasi (DPT). Daftar ini akan menjadi tahap prakualifikasi bagi perusahaan yang memenuhi kriteria untuk berpartisipasi dalam pengembangan proyek selanjutnya.
“Pembukaan pendaftaran baru ini memperluas partisipasi perusahaan nasional maupun global dalam pengembangan infrastruktur pengolahan sampah modern di Indonesia yang sebelumnya telah menarik minat berbagai perusahaan dan investor internasional demi bersama-sama bergerak menyelesaikan isu darurat sampah nasional,” ujar Fadli.
Perusahaan yang masuk dalam DPT akan menjadi bagian dari kelompok calon mitra strategis yang berpotensi dilibatkan dalam proyek PSEL di berbagai wilayah Indonesia. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan kualitas mitra, teknologi yang digunakan, serta keberlanjutan proyek dalam jangka panjang.
Fadli mengatakan pembukaan kembali pendaftaran ini bertujuan memperluas pilihan teknologi dan sumber pendanaan, sekaligus memperkuat investasi domestik. "Partisipasi yang lebih luas dinilai penting untuk mempercepat implementasi solusi berbasis teknologi di sektor ini," kata dia.
Baca Juga
Danantara Tunjuk Operator Waste-to-Energy Bekasi dan Denpasar, Ini daftar Pemenangnya
Inisiatif ini juga mencerminkan komitmen Danantara Indonesia dalam mendukung agenda nasional terkait penanganan sampah dan pengembangan energi hijau.
"Kami menekankan pentingnya tata kelola yang baik serta pemilihan teknologi yang tepat agar proyek waste-to-energy dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," kata dia.

