Eskpor Sawit Indonesia Tembus 32,2 Ton, Cuan US$ 35 Miliar!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kinerja ekspor kelapa sawit Indonesia tetap kuat pada 2025 meski dihadapkan pada berbagai tekanan global. Nilai ekspor komoditas ini meningkat dari US$ 29 miliar menjadi US$ 35 miliar dengan volume mencapai 32,3 juta ton.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengatakan ekspor tersebut menjangkau 137 negara. Menurutnya, industri sawit masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional
“Total kita ekspor 32,3 juta ton ke 137 negara. Nilainya juga naik dari US$29 miliar menjadi sekitar US$35 miliar,” kata Eddy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Selain ekspor, produksi nasional juga menunjukkan tren positif. Pada 2025 produksi sawit Indonesia meningkat sekitar 7% menjadi 56 juta ton.
Baca Juga
Indonesia Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO
Eddy menjelaskan peningkatan produksi terutama berasal dari kebun perusahaan yang sebelumnya menjalani program peremajaan. Tanaman hasil replanting kini mulai memasuki masa produksi optimal.
Namun GAPKI menilai potensi produksi nasional masih bisa lebih tinggi dari capaian saat ini. Hambatan utama terjadi pada program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang berjalan lambat di tingkat petani.
“Produksi kita sekarang sekitar 56 juta ton. Sebenarnya bisa lebih tinggi kalau replanting rakyat berjalan sesuai rencana,” harapnya.
Menurut Eddy, banyak petani swadaya masih menghadapi persoalan legalitas lahan sehingga sulit mengikuti program PSR. Kondisi ini membuat peningkatan produktivitas perkebunan rakyat belum maksimal.
GAPKI pun berharap kebijakan pemerintah dapat mendorong percepatan peremajaan kebun rakyat. Upaya ini dinilai penting agar produksi sawit nasional terus meningkat dan menopang devisa negara.

