Penjualan Mobil Nasional Februari 2026 Melonjak 22%, Pangsa Pasar Astra Tembus 47%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Penjualan mobil nasional menunjukkan pemulihan pada awal tahun 2026. Data terbaru mencatat penjualan wholesales pada Februari 2026 mencapai 81.159 unit, meningkat 22% dibandingkan Januari 2026 yang tercatat 66.472 unit.
Penjualan mobil grup Astra juga ikut tumbuh dalam waktu tersebut. Pada Februari 2026, Astra membukukan penjualan sebanyak 38.074 unit atau naik 9% secara bulanan dibandingkan Januari yang mencapai 34.867 unit.
Secara kumulatif, penjualan mobil nasional sepanjang Januari-Februari 2026 mencapai 147.631 unit. Angka tersebut meningkat sekitar 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan permintaan kendaraan mulai kembali menguat.
Di sisi lain, penjualan mobil Astra selama dua bulan pertama tahun ini tercatat mencapai 72.941 unit. Dengan capaian tersebut, pangsa pasar Astra pada Februari 2026 berada di kisaran 47% dari total pasar otomotif nasional.
Berdasarkan data per merek, kontribusi terbesar penjualan Astra berasal dari Toyota dan Lexus yang mencatatkan 22.622 unit pada Februari 2026. Disusul Daihatsu sebanyak 13.452 unit, Isuzu 1.948 unit, serta UD Trucks 52 unit.
Baca Juga
Toyota (TAM) Kantongi 2.793 SPK di IIMS 2026, Hybrid Tembus 42,6%
Sementara itu, segmen kendaraan hemat energi dan harga terjangkau atau low cost green car (LCGC) juga masih menjadi penopang penjualan Astra. Pada Februari 2026, penjualan LCGC Astra mencapai 8.316 unit dengan pangsa pasar sekitar 73% di segmen tersebut.
Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, mengatakan pergerakan pasar otomotif pada awal tahun menunjukkan tren yang lebih dinamis dibandingkan bulan sebelumnya.
“Pergerakan penjualan pada Februari 2026 menunjukkan aktivitas pasar otomotif nasional yang lebih dinamis di awal tahun dan mencerminkan adanya peningkatan aktivitas pembelian kendaraan,” ujar Windy dalam keterangan resminya, Rabu (11/3/2026).
Ia menambahkan, momentum Ramadan dan Lebaran diperkirakan dapat menjadi faktor pendorong tambahan bagi permintaan kendaraan dalam beberapa bulan ke depan.
“Momentum Ramadan dan Lebaran yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat diharapkan dapat memberikan dorongan tambahan bagi permintaan kendaraan. Kami akan terus berupaya menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, didukung oleh jaringan penjualan dan layanan purnajual yang terintegrasi di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

