KCI Gandeng BSN, 'Top Up' Kartu Multi-Trip Kini Bisa via Bale Syariah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) bekerja sama dengan PT Bank Syariah Nasional (BSN) meluncurkan kartu multi-trip (KMT) co-branding yang memungkinkan pengisian saldo dilakukan melalui aplikasi Bale Syariah.
Direktur Utama KCI, M Purnomosidi menyatakan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem transaksi non-tunai di sektor transportasi, khususnya bagi pengguna commuter line di wilayah Jabodetabek.
“Melalui penandatanganan MoU pada hari ini yang merupakan kolaborasi antara BSN dan KCI, harapan kami akan semakin kuat untuk meningkatkan bisnis dan layanan masing-masing perusahaan kita untuk kemaslahatan masyarakat,” kata Purnomosidi dalam acara peresmian Co-branding KCI dan BSN di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga
KCIC Tebar Promo Tiket Whoosh Mulai Rp 200.000 di Libur Isra Mira
Dia menjelaskan, kerja sama tersebut tidak hanya mencakup co-branding kartu, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lain, seperti layanan top-up saldo KMT melalui aplikasi BSN (Bale Syariah) serta kerja sama perbankan lainnya.
“Tentu banyak hal yang dapat dikolaborasikan, mulai dari co-branding atau kerja sama-kerja sama perbankan yang lainnya,” ucap Purnomosidi.
Purnomosidi menambahkan, KMT merupakan uang elektronik berbasis cip yang telah mengantongi izin dari Bank Indonesia (BI) sejak 2019. Hingga saat ini, kata dia, kartu tersebut telah terjual sekitar 18,9 juta unit dan masih mendominasi transaksi pada sistem tiket di stasiun-stasiun commuter line serta transportasi publik perkotaan lainnya.
Dikatakan Purnomosidi, dengan adanya fitur top-up melalui aplikasi Bale Syariah, pengguna KMT kini tidak hanya mengisi saldo di stasiun, tetapi juga dapat melakukannya melalui layanan digital.
“Dengan adanya layanan top-up KMT pada aplikasi Bale Syariah tentu akan memberikan satu ekosistem yang nyaman bagi nasabah BSN yang setiap harinya akan melakukan aktivitas dengan menggunakan Kereta Commuter Line,” tutur dia.
Ia menyampaikan, jumlah penumpang commuter line saat ini mencapai sekitar 1,1 juta orang per hari. Angka tersebut masih memiliki potensi peningkatan dibandingkan dengan total mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek yang tembus di 7,3 juta orang.
“Jika melihat data statistik, terdapat sekitar 7,3 juta masyarakat yang bermobilisasi di wilayah Jabodetabek, sehingga masih cukup besar pangsa pasar yang bisa kami jangkau,” papar Purnomosidi.
Baca Juga
Sementara itu, Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor menilai kerja sama tersebut membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara kedua perusahaan.
“Namun, tidak sebatas dari co-branding dari kartu ini, mungkin ke depannya nanti kita akan melakukan program kolaborasi yang cukup luar biasa,” kata Alex sembari mengapresiasi pengguna commuter line yang mencapai sekitar 1,1 juta orang per hari.
Menurut dia, ini merupakan potensi besar bagi pengembangan layanan keuangan digital di sektor transportasi.

