Emas Antam (ANTM) Naik Rp 42.000 Hari Ini, Masih Layak Diborong?
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Selasa (10/3/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 3,047 juta atau naik Rp 42.000 dari Senin (9/3/2026) Rp 3,005 juta per gram saat emas dunia melemah karena penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang memicu kekhawatiran inflasi global.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,802 juta atau naik Rp 14.000 dari sebelumnya Rp 2,788 juta.
Baca Juga
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang melemah lebih 1% pada Senin (9/3/2026). Harga emas spot turun 1,5% menjadi US$ 5.091,62 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April ditutup melemah 1,1% ke level US$ 5.103,70 per ons.
Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, ketika suku bunga naik, daya tarik logam mulia ini cenderung menurun karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga.
Penguatan dolar Amerika Serikat turut menekan harga emas. Mata uang tersebut menguat seiring melonjaknya harga minyak yang mendekati US$ 120 per barel, memicu kekhawatiran investor terhadap dampak konflik Timur Tengah terhadap pasokan energi global.
Lonjakan harga energi membuat investor meningkatkan kepemilikan kas dolar AS. Kondisi ini menjadikan emas yang diperdagangkan dalam dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga permintaannya melemah.
Baca Juga
ETF Emas Dinilai Jadi Alternatif Investasi Modern di Tengah Lonjakan Harga Logam Mulia
Ketegangan geopolitik juga meningkat setelah militer Israel melaporkan serangan terhadap target di Iran tengah dan serangan ke ibu kota Lebanon, Beirut.
Konflik tersebut turut memicu kekhawatiran terhadap gangguan jalur energi global, terutama Selat Hormuz. Jalur laut strategis ini dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia serta pengiriman gas alam cair yang diangkut melalui laut di dekat wilayah Iran. Gangguan di jalur tersebut berpotensi menekan pasokan energi global dan memperburuk tekanan inflasi internasional.
Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan. Indeks harga konsumen Amerika Serikat untuk Februari dijadwalkan dirilis pada Rabu (11/3/2026).
Sementara itu, indikator inflasi pilihan Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat, yakni indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE), akan diumumkan pada Jumat (13/3/2026).
Federal Reserve dijadwalkan menggelar pertemuan kebijakan moneter berikutnya pada 17-18 Maret 2026.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,573 juta
- Emas 1 gram: Rp 3,047 juta
- Emas 2 gram: Rp 6,034 juta
- Emas 3 gram: Rp 9,026 juta
- Emas 5 gram: Rp 15,010 juta
- Emas 10 gram: Rp 29,965 juta
- Emas 25 gram: Rp 74,787 juta
- Emas 50 gram: Rp 149,495 juta
- Emas 100 gram: Rp 298,912 juta
- Emas 250 gram: Rp 747,015 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,493,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,987,600 miliar.

