Nuanu Creative City Percepat Pengembangan Kawasan, 400 Unit Siap Serah Terima di 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Nuanu Creative City menunjukkan kemajuan pengembangan kawasan terpadu seluas 44 hektare di pesisir barat daya Bali, mencakup proyek residensial, destinasi kuliner dan gaya hidup, hingga pendidikan. Perusahaan menargetkan lebih dari 400 unit residensial dan hospitality siap diserahterimakan pada 2027.
CEO Nuanu Creative City Lev Kroll mengatakan, pengembangan kawasan tersebut sejak awal tidak difokuskan semata sebagai proyek properti, melainkan sebagai ekosistem terintegrasi untuk tempat tinggal, bekerja, belajar, dan beraktivitas. Di mana, pembangunan infrastruktur penunjang dilakukan lebih dulu, termasuk fasilitas gaya hidup, pendidikan, dan ruang komersial.
"Kami hanya akan mengembangkan sekitar 30% dari total lahan kawasan. Langkah itu sebagai bagian dari konsep pembangunan urban berkelanjutan yang tetap mempertahankan keterhubungan dengan alam," ujarnya dikutip Selasa (10/3/2026).
Di sektor residensial, Nuanu Real Estate saat ini tengah menjalankan 12 proyek hunian dan satu proyek hotel investasi dengan skema hak milik dan hak sewa. Head of Corporate Communications Nuanu Real Estate Reyni Wullur mengatakan, sejumlah proyek telah mencatat progres signifikan, dengan The Collection Vol. 1 dan Ecoverse ditargetkan rampung pada kuartal I-2026. Sementara itu, OXO The Pavilions dan Flower Estates telah memasuki tahap konstruksi setelah groundbreaking.
Baca Juga
Nuanu Bangun Kawasan Terpadu di Bali, Investasi Capai Rp 2,4 Triliun
Flower Estates menjadi salah satu proyek terbaru yang ditawarkan dengan skema hak milik untuk warga negara Indonesia. Proyek ini terdiri atas 28 unit vila dan dipasarkan mulai dari Rp 8,4 miliar. Selain itu, Nuanu juga mengembangkan Black Sands Oasis yang mengusung konsep vila dan studio berstatus hak sewa, serta The Sense yang dirancang sebagai hunian berbasis komunitas bagi kreator, wirausahawan, dan profesional.
"Untuk sektor hospitality, proyek X Hotel yang menjadi hotel investasi pertama Nuanu dijadwalkan masuk tahap arsitektural pada akhir April dan ditargetkan serah terima pada kuartal I 2027," jelas Reyni.
Selain residensial, Nuanu juga menyiapkan distrik kuliner dan gaya hidup baru bernama Sutala. Distrik ini dirancang sebagai area walkable yang menggabungkan restoran, budaya, dan aktivitas sosial. Sutala akan dibangun di atas lahan 17.000 meter persegi dengan lebih dari 60 tenant terkurasi. Soft launch proyek tersebut dijadwalkan pada akhir 2026.
Di bidang pendidikan, Nuanu memperluas ekosistemnya melalui kolaborasi dengan Genius Group Limited untuk menghadirkan Genius City. Platform pendidikan ini akan berfokus pada pembelajaran masa depan, kewirausahaan, dan pengembangan keterampilan teknologi.
Baca Juga
Kemenpar Pastikan Pariwisata Bali Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global
Tahap awal kerja sama itu, sambung Reyni akan menghadirkan pendidikan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang terintegrasi dengan kurikulum Cambridge bagi siswa sekolah dasar dan menengah di ProEd Global School, yang telah lebih dulu beroperasi di kawasan Nuanu. Pada fase selanjutnya, Genius City akan dikembangkan menjadi education hub yang mencakup program pembelajaran korporasi, program untuk siswa SMA, serta pendidikan sepanjang hayat.
Pengembangan tersebut menunjukkan Nuanu terus memperluas model kawasan terpadu yang tidak hanya bertumpu pada penjualan properti, tetapi juga pada pembangunan infrastruktur pendukung, destinasi gaya hidup, dan fasilitas pendidikan sebagai penggerak utama ekosistem.
Di mana, proyek strategis lainnya yang sedang dibangun di dalam kawasan Nuanu Creative City adalah Sutala, yang merupakan pusat komersial termasuk perbelanjaan, kuliner dan gaya hidup. “Sutala dirancang sebagai distrik kuliner dan gaya hidup di mana pengalaman bersantap terhubung dengan budaya, kreativitas, dan dinamika keseharian, dengan ambisi menjadi salah satu destinasi gastronomi terdepan di Asia Tenggara,” ujar Direktur Sutala Connor Conrad.
Soft launch Sutala dijadwalkan pada akhir tahun 2026, Sutala aktif mengundang brand restoran terbaik dari Indonesia serta nama-nama kuliner terkemuka di Asia Tenggara untuk bergabung. Berdiri di atas area seluas 17.000 meter persegi, Sutala akan menghadirkan lebih dari 60 tenant yang terkurasi, memadukan ragam pengalaman kuliner dan gaya hidup dalam satu destinasi yang dinamis.

