Sinergi Pemerintah-Swasta, Danantara Apresiasi Hibah Lahan 30 Hektare dari Lippo Group untuk Rusun Subsidi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menghadiri seremoni bersejarah dalam upaya percepatan program perumahan nasional. Dalam acara tersebut, Rosan mengapresiasi langkah konkret sektor swasta yang mendukung visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat.
Acara yang berlangsung di tengah bulan suci Ramadan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Satgas Perumahan Hasyim Joyohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta pendiri Lippo Group Mochtar Riady. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memangkas angka kebutuhan rumah (backlog) perumahan di Indonesia.
Dalam sambutannya, Rosan menegaskan bahwa proyek ini merupakan implementasi dari kebijakan strategis pemerintah pusat.
"Kita ketahui bersama bahwa program perumahan ini adalah program prioritas Bapak Presiden, program prioritas pemerintah yang tentunya harus kita dukung dan kerjakan bersama-sama," ujar Rosan, dalam groundbreaking rusun subsidi Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026).
Baca Juga
‘Groundbreaking’ Rusun Subsidi Meikarta, Hashim: Program 3 Juta Rumah Bukti ‘Indonesia Incorporated’
Poin utama dari pertemuan ini adalah komitmen Lippo Group yang menghibahkan lahan seluas 30 hektare sebagai tahap awal kepada Danantara. Rosan memberikan apresiasi khusus kepada keluarga besar Riady atas kontribusi mereka.
"Dan tentunya dalam tatanan ini izinkanlah saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya tentunya pertama-tama kepada Bapak Mochtar Riady, kepada Pak James Riady, Pak John Riady, dan seluruh jajaran dari Lippo yang telah berinisiatif memberikan tanah nanti totalnya memang ini yang pertama seluas 30 hektare kepada pemerintah, kepada kami Danantara untuk bisa dibangun bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah," jelas Rosan.
Lebih lanjut, Rosan menilai aksi korporasi ini bukan sekadar urusan bisnis atau komitmen kontrak semata, melainkan wujud kepedulian sosial yang mendalam. "Ini adalah suatu menurut saya bukannya komitmen, tetapi lahir dari rasa kebersamaan dan juga rasa kemanusiaan yang sangat-sangat luar biasa," tegas Rosan.
Proyek ini diproyeksikan akan berkembang secara masif di masa mendatang. Rosan mengungkapkan target ambisius pembangunan hunian yang akan dilaksanakan di lokasi tersebut.
"Dan inilah kalau kita lihat dari jumlahnya, Insyaallah tadi disampaikan ini bisa akan dijalankan secara bertahap mencapai 140.000 rumah," ungkapnya.
Angka 140.000 unit rumah dinilai sebagai pencapaian yang fenomenal untuk satu proyek terintegrasi. Rosan meyakini hal ini akan tercatat dalam sejarah pembangunan nasional.
"Menurut saya ini adalah suatu sejarah yang sangat luar biasa yang mungkin baru pertama kali dijalankan dalam satu proyek, satu lokasi, tapi juga kebersamaan dari semua pihak membangun 140.000," kata Rosan.
Tidak hanya soal hunian, Kepala BPI Danantara ini juga menyoroti dampak ekonomi luas yang akan ditimbulkan dari pembangunan skala besar tersebut. Rosan memaparkan bahwa multiplier effect dari proyek ini akan sangat terasa bagi masyarakat.
"Kalau kita bayangkan 140.000 itu banyak sekali lho. Banyak sekali. Dan multiplier effect-nya itu juga akan sangat luar biasa, baik dari segi penciptaan lapangan pekerjaan itu sendiri, baik dari segi pemberdayaan dari masyarakat di sekitar sini tentunya, baik dari segi peningkatan ekonomi," jelas Rosan.
Baca Juga
‘Groundbreaking’ Rusun Subsidi Meikarta, Hashim: Program 3 Juta Rumah Bukti ‘Indonesia Incorporated’
Pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan diprediksi tidak hanya melokalisir di wilayah Depok atau Jawa Barat saja, melainkan memberikan kontribusi pada skala nasional. "Dan ini akan menjalankan roda perekonomian, pertumbuhan tidak hanya di daerah sini saja, tidak hanya di Jawa Barat, tapi juga di seluruh Indonesia," tuturnya optimis.
Lebih lanjut, Rosan mengajak seluruh pihak untuk menjaga integritas dan kerja keras agar target ini tercapai tepat waktu. Ia mengingatkan bahwa kolaborasi ini harus tetap bersandar pada koridor hukum yang berlaku.
"Dan ini adalah langkah awal, ini pekerjaan yang sangat-sangat besar, dan ini tidak akan bisa terwujud apabila kita tidak bekerja bersama-sama sesuai dengan semua planning, rencana, aturan, dan juga perundang-undangan," pungkasnya.

