Proyek Tol Lembah Anai Bakal Digarap Hutama Karya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengungkap perkembangan terbaru rencana pembangunan jalan tol di kawasan Lembah Anai, Sumatra Barat (Sumbar).
Dody menyebut, Kementerian PU telah menugaskan PT Hutama Karya (Persero) untuk menyiapkan rencana pembangunan ruas tol tersebut. Namun, saat ini pemerintah masih membahas sejumlah persyaratan teknis.
“Rencana awalnya, sih, kami pakai Hutama Karya, tetapi, kan, ada beberapa persyaratan teknis nanti akan diatur oleh Direktur Jenderal Bina Marga bersama dengan Kepala BPJT (Willan Oktavian),” ungkap Dody saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026) malam.
Baca Juga
Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil Genap Jalan Tol saat Mudik Lebaran 2026
Dia menambahkan, keputusan terkait pelaksana proyek akan mengikuti arahan dari Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
“Saya, sih, ikut arahan Pak Dirjen saja. Mau siapa pun boleh, pokoknya yang penting cepat,” ucap Dody.
Menurut Dody, pembangunan ruas tol di kawasan tersebut penting karena kondisi jalan nasional di Lembah Anai rentan longsor, terutama saat curah hujan tinggi.
“Jalan nasional Lembah Anai itu, kan, sebetulnya kalau saya pribadi mengatakan sudah enggak layak. Karena tebingnya sudah naudzubillah min dzalik. Jadi kalau hujan deras 4–5 jam, sih, saya punya keyakinan bakal longsor lagi. Jadi, tol itu kayaknya sudah keniscayaan,” ujarnya.
Dia juga menilai lalu lintas di kawasan tersebut cukup tinggi sehingga mendukung pembangunan jalan tol. Meski demikian, Dody mengakui proyek tersebut memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena rencana trase jalan tol harus menembus terowongan di kawasan Lembah Anai.
“Karena tingkat kesulitan cukup besar juga. Karena, kan, harus bobol terowongan itu,” jelasnya.
Dody menargetkan, pembangunan jalan tol tersebut dapat dimulai pada tahun ini setelah disetujui Presiden Prabowo Subianto.
“Harusnya (pembangunan) mulai tahun ini dan itu sudah disetujui Pak Presiden. Karena pada saat meninjau itu, kami sudah sempat sampaikan dan Pak Presiden sudah bilang, 'Oke, kerjakan saja',” tandasnya.
Sebelumnya, Kementerian PU menyiapkan rencana proyek jalan tol alternatif berupa terowongan di kawasan Lembah Anai, Sumbar. Jalan tol tersebut disiapkan sebagai jalur alternatif penghubung Padang–Bukittinggi yang kerap terdampak bencana. Rencana pembangunan jalan tol akan dilakukan setelah penanganan permanen jalan nasional Lembah Anai rampung pada Juli 2026.
Rencana pembangunan jalan tol terowongan tersebut bukan hal baru. Kajian pembangunan telah dilakukan sejak 2017 dan pernah melibatkan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Pembangunan jalan tol alternatif ini dibutuhkan karena ruas Lembah Anai merupakan salah satu jalur terpadat sekaligus rawan bencana di Sumbar. Jalan tol disiapkan untuk menjaga konektivitas ketika jalur utama mengalami gangguan.
Baca Juga
Kementerian PU Siapkan Proyek Tol Lembah Anai Padang–Bukittinggi
Sebelummya, Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade menyatakan, pembangunan jalan tol melalui terowongan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan konektivitas antara Padang dan Bukittinggi.
“Karena itu kami mendorong pembangunan jalan tol sebagai alternatif dari Sicincin menuju Bukittinggi yang akan melewati tunnel di dalam bukit ini,” kata Andre.
Andre menambahkan, pembangunan jalan tol alternatif tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada akhir 2026 oleh Kementerian PU.
“Insyaallah akhir 2026 pembangunannya akan dimulai oleh Kementerian PU,” katanya.

