Elnusa (ELSA) Catat Kenaikan Pendapatan ke Rp 14,5 T dan Laba Rp 718 M, Distribusi Energi Jadi Penopang
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi yang merupakan bagian Subholding Upstream Pertamina, mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2025 dengan pendapatan mencapai Rp 14,5 triliun atau naik 8% dari 2024 sebesar Rp 13,3 triliun. Sejalan dengan itu, laba bersih tercatat Rp 718 miliar atau naik tipis 1% secara tahunan.
"Peningkatan pendapatan dan kinerja didorong penguatan aktivitas di sektor hulu migas serta kontribusi bisnis distribusi energi dan layanan pendukung industri," kata Direktur Keuangan Elnusa Nelwin Adriansyah dalam buka bersama media di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga
Elnusa (ELSA) Selesaikan Proyek Seismik 3D OBN Zulu North di Perairan Kepulauan Seribu
Kontribusi terbesar terhadap pendapatan perusahaan masih berasal dari segmen hulu migas terintegrasi dengan porsi sekitar 28%. Segmen distribusi energi dan logistik menyumbang sekitar 60%, sementara layanan pendukung industri energi memberikan kontribusi sekitar 12%.
"Struktur pendapatan perusahaan juga menunjukkan dominasi dari grup Pertamina dengan kontribusi sekitar 78%, sementara pelanggan pihak ketiga menyumbang sekitar 22%," kaat Elwin.
Perusahaan juga mencatatkan peningkatan EBITDA sebesar 9% menjadi Rp 1,5 triliun pada 2025, Total aset perusahaan mencapai Rp 10,9 triliun atau tumbuh 3% dibandingkan 2024. Sementara itu ekuitas meningkat 8% menjadi Rp 5,3 triliun. Di sisi profitabilitas, margin laba bersih tercatat 5%, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan kinerja Elnusa dalam beberapa tahun terakhir terlihat dari tren historis perusahaan. Pendapatan meningkat dari Rp 12,3 triliun pada 2022 menjadi Rp 14,5 triliun pada 2025. EBITDA juga meningkat dari Rp 1,1 triliun pada 2022 menjadi Rp 1,58 triliun pada 2025. Laba bersih bahkan melonjak dari Rp 378 miliar pada 2022 menjadi Rp 718 miliar pada 2025.
Sepanjang 2025, realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) Elnusa mencapai sekitar 95% dari rencana perusahaan. Nilai investasi tercatat Rp 566 miliar yang dialokasikan untuk memperkuat kapasitas operasional di berbagai lini bisnis.
Sebagian besar investasi difokuskan pada penguatan bisnis hulu migas, termasuk pengadaan unit coiled tubing dan cementing unit yang digunakan dalam layanan pengeboran dan perawatan sumur minyak dan gas. Perusahaan juga menambah perangkat seismic nodes yang digunakan dalam kegiatan survei geofisika. Selain itu, investasi juga diarahkan pada sektor distribusi energi dan logistik melalui pengadaan kendaraan tangki bahan bakar serta peralatan logistik energi lainnya.
Pada bisnis pendukung, perusahaan melakukan pengembangan fasilitas operasional, seperti hopper barge dan docking barge yang digunakan dalam aktivitas maritim industri energi. Beberapa investasi juga dilakukan untuk renovasi gudang operasional di Batam serta peningkatan fasilitas logistik di beberapa wilayah.
Baca Juga
Catat Kinerja Solid 2025, Elnusa (ELSA) Siap Genjot Produksi Migas Nasional
Nelwin mengatakan, Elnusa juga menyiapkan sejumlah proyek investasi yang akan berlanjut hingga tahun berikutnya. Beberapa proyek yang direncanakan mencakup pengembangan peralatan logging sumur migas, unit cementing tambahan, serta peningkatan fasilitas logistik energi. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas layanan perusahaan di sektor hulu migas yang masih menjadi kontributor utama pendapatan.
Seiring stabilitas kinerja keuangan, lembaga pemeringkat kredit PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) juga meningkatkan peringkat perusahaan menjadi idAA+ pada 2025. Peringkat tersebut mencerminkan fundamental bisnis yang dinilai kuat serta posisi strategis perusahaan dalam ekosistem industri energi nasional.
Perusahaan juga secara konsisten membagikan dividen kepada pemegang saham. Rasio pembayaran dividen tercatat sekitar 40% dalam 2 tahun terakhir, menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan imbal hasil kepada investor sambil tetap menjaga kapasitas investasi jangka panjang.

