PLN Pastikan Listrik Jawa Barat Aman pada Lebaran 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Komisi XII DPR memastikan pasokan listrik di Jawa Barat pada periode Ramadan dan menjelang Idulfitri 2026. Kunjungan dilakukan di kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Bandung.
Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvary Marimbo memastikan bahwa kondisi kelistrikan di Provinsi Jawa Barat dalam keadaan aman dengan cadangan daya yang memadai.
“Total daya mampu pasok sebesar 16,1 gigawatt (GW) dengan beban puncak 8,6 GW, sehingga terdapat cadangan daya sekitar 7,1 GW. Dengan kondisi tersebut, pasokan listrik selama masa siaga Ramadhan dan Idulfitri dipastikan aman dan tercukupi,” jelas Rizal, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga
750 Warga Bengkulu Dapat Listrik Gratis dari Program BPBL ESDM-PLN
Pada 2025, jumlah pelanggan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat tercatat sebesar 18,14 juta pelanggan dengan total penjualan listrik mencapai 63,7 TWh. Angka tersebut berkontribusi sekitar 1/5 dari total penjualan listrik nasional sebesar 306,2 terawatt hours (TWh), menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu kontributor utama terhadap pendapatan kelistrikan nasional.
Pimpinan Komisi XII DPR Dony Maryadi Oekon menyebut, kunjungan kerja ini dilaksanakan dalam konteks perubahan cepat sektor kelistrikan dan energi baru terbarukan (EBT), baik secara nasional maupun di Jawa Barat. Dia menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan bauran EBT sebesar 19–21% pada 2030, sementara hingga akhir 2025 capaian masih berada di kisaran 15,75%.
“Secara nasional, rasio elektrifikasi telah mencapai 99,83% dan rasio desa berlistrik 99,92%. Meski demikian, masih terdapat rumah tangga yang belum menikmati akses listrik secara layak,” ujar Dony.
Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ahmad Amiruddin turut hadir dalam pertemuan tersebut. Dia menyampaikan komitmen Kementerian ESDM dalam program-program elektrifikasi di Jawa Barat, khususnya program Listrik Perdesaan dan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Baca Juga
Transisi Listrik Industri Bertahap, ESDM Jaga Keandalan Pasokan
“Untuk program BPBL, dari target awal 215.000 penerima manfaat telah dioptimalisasi menjadi sekitar 220.000 rumah tangga dan ditargetkan selesai seluruhnya pada 31 Maret 2026,” sebutnya.
Provinsi Jawa Barat memiliki potensi energi baru terbarukan yang cukup besar di Pulau Jawa dengan kontribusi bauran energi sekitar 34%, sehingga mendukung penguatan sistem kelistrikan yang andal dan lebih ramah lingkungan.

