Proyek Alumina Grup MIND ID Serap Tenaga Kerja dan Dongkrak UMKM
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi alumina dan aluminium oleh Grup MIND ID melalui PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, menyerap tenaga kerja, dan memicu geliat usaha penunjang, sehingga memperkuat dampak hilirisasi mineral terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.
Proyek tersebut ditetapkan sebagai bagian dari proyek strategis nasional (PSN), yakni program prioritas pemerintah untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Melalui hilirisasi, bauksit tidak lagi diekspor dalam bentuk mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai lebih tinggi, seperti alumina dan aluminium.
Baca Juga
Kepala Desa Bukit Batu Harianto mengatakan, kondisi ekonomi wilayahnya sempat tertekan sebelum proyek berjalan. Tingkat pengangguran, termasuk di kalangan tenaga kerja terdidik, relatif tinggi, dan aktivitas ekonomi melambat.
“Sebelumnya pertumbuhan ekonomi sempat menurun. Setelah adanya proyek BAI, ekonomi tumbuh pesat. Masyarakat yang sebelumnya menganggur kini mendapatkan pekerjaan dan merasakan manfaatnya secara langsung,” ujar Harianto dikutip Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan serapan tenaga kerja dalam jumlah besar menciptakan efek berganda atau multiplier effect, yaitu dampak lanjutan yang menggerakkan sektor lain di luar proyek utama. Ribuan pekerja yang masuk ke wilayah tersebut meningkatkan permintaan hunian sewa, kamar kos, perhotelan, hingga usaha kuliner.
“Dampaknya tidak hanya di Desa Bukit Batu, tetapi meluas hingga seluruh Kabupaten Mempawah bahkan ke wilayah sekitar. Fasilitas akomodasi berkembang pesat, dan usaha kuliner maupun coffee shop kini semakin ramai karena daya beli masyarakat meningkat,” jelasnya.
Dampak Sosial dan Pemberdayaan
Selain aktivitas ekonomi, perusahaan juga menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Program ini mencakup pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan serta drainase, peningkatan fasilitas pendidikan, dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.
Pemberdayaan turut menyentuh sektor pertanian. Pembina Kelompok Wanita Tani Desa Bukit Batu Asman mengatakan pendampingan yang berjalan selama tiga tahun membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan anggota kelompok.
Baca Juga
Hilirisasi Tambang Dorong Nilai Tambah, Peran MIND ID dan Perminas Dibedakan
Program tersebut, meliputi bantuan penanaman 1.000 bibit jagung, distribusi bibit buah, seperti jambu kristal dan kelengkeng, serta dukungan pupuk dan pendampingan teknis. Produk lokal, seperti madu dan amplang mulai berkembang dan menjangkau pasar lebih luas, termasuk wilayah perbatasan Malaysia. “Alhamdulillah, berkat bantuan yang diberikan, penghasilan keluarga meningkat,” ujar Asman.
Ia menambahkan masyarakat mengapresiasi keberadaan industri pengolahan tersebut dan berharap pengembangan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan agar manfaat ekonomi dapat berjalan berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan perusahaan terus berkembang dan seiring dengan peningkatan produksi agar masyarakat tetap nyaman dan berkembang,” tutupnya.

