DPR Minta Pemerintah Serap Tenaga Kerja Lokal dalam Proyek Ekosistem Baterai EV di Karawang
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar, Puteri Anetta Komarudin, meminta pemerintah untuk mengoptimalkan proyek strategis nasional (PSN) sehingga dapat turut mengerek pertumbuhan ekonomi di daerah. Secara khusus ia menyebut proyek investasi ekosistem industri baterai kendaraan listrik atau electrical vehicle (EV) di Kabupaten Karawang.
"Saya ingin mengapresiasi kemarin dapil saya, Kabupaten Karawang sudah ada groundbreaking proyek investasi ekosistem industri baterai listrik ini terbesar di Asia Tenggara dan kedua terbesar setelah China," katanya dalam agenda rapat kerja Komisi XI DPR bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/7/2025).
Lebih lanjut, Puteri berharap agar proyek jumbo tersebut dapat membawa multiplier effect terhadap Kabupaten Karawang. Puteri melaporkan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, saat ini terdapat tren pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat tingginya upah minimum di Kabupaten Karawang.
"Karena tingginya UMP akhirnya banyak pabrik yang pindah ke Jawa Tengah, Jawa Timur dan sekitarnya. Jadi kemairn groundbreaking membawa harapan baru bagi masyarakat Karawang," ungkapnya.
Politikus Partai Golkar itu menekankan agar pemerintah melalui PSN prioritas, termasuk pabrik ekosistem baterai EV di Karawang, dapat menyerap tenaga kerja lokal. Menurutnya kerap kali kehadiran PSN justru dibarengi dengan kedatangan tenaga kerja dari wilayah-wilayah lain.
Baca Juga
Pasar Pabrik Baterai EV di Karawang 70% Dalam Negeri, 30% Ekspor ke 3 Negara Ini
"Saya sangat berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi dan apa yang menjadi harapan masyarakat bisa segera diakomodir oleh proyek strategis nasional yang nanti akan ada," tuturnya.
Diberitakan Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan groundbreaking ekosistem industri baterai kendaraan listrik (EV) terintegrasi di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025). Proyek strategis ini menjadi langkah penting menuju swasembada energi nasional dan diyakini dapat mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) hingga 300.000 kiloliter (KL) per tahun.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa proyek ini sejalan dengan misi besar Asta Cita Prabowo, yakni mencapai ketahanan dan kemandirian energi. Pada 2024, impor BBM Indonesia tercatat masih tinggi, mencapai 27,7 juta KL, dan ekosistem baterai EV menjadi solusi nyata untuk menurunkannya.
Proyek ini dikembangkan oleh kolaborasi strategis antara PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan Konsorsium CATL–Brunp–Lygend (CBL). Pembangunan industri baterai ini mencakup keseluruhan rantai pasok, dari pertambangan nikel, smelter, precursor, katoda, hingga battery cell.
Pembangunan ekosistem ini dilakukan di dua lokasi utama, yaitu Karawang, Jawa Barat, dengan fokus pada produksi battery cell, dengan nilai investasi US$ 1,2 miliar. Kedua, Halmahera Timur, Maluku Utara yang mencakup kegiatan tambang, smelter, precursor, hingga katoda, dengan nilai investasi US$ 4,7 miliar.
.

