Butuh Bangun 22.339 SPKLU, PLN Tawarkan Skema ‘Franchise’
JAKARTA, Investortrust.id - Sejalan kebijakan Pemerintah memberikan program insentif pada pembelian kendaraan listrik, maka diproyeksikan pada tahun 2030 pertumbuhan populasi EV sebesar 335 ribu. Dengan jumlah itu, maka dibutuhkan sekitar 22.339 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Tanah Air, untuk memenuhi pengisian mobil listrik di tempat umum.
Hal ini merupakan pesan yang disampaikan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo di ajang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN di Jakarta. Kendati demikian, Darmawan menyatakan PLN tidak bisa bekerja sendiri dalam memenuhi kebutuhan SPKLU tersebut.
Oleh sebab itu, PLN menawarkan skema bisnis menarik kepada berbagai mitra untuk ikut membangun infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik di Indonesia.
Baca Juga
"Mengingat kebutuhan yang besar, akan sangat baik jika kerja sama ini dapat terjalin dengan langkah ikut mendukung penambahan infrastruktur kendaraan listrik," tutur Darmawan.
Dalam mengajak kemitraan tersebut, PLN mengembangkan model bisnis skema franchising dengan biaya investasi lebih terjangkau, komersial dan feasible.
Menurut Darmawan, skema bisnis franchising ini akan menjadi opsi menarik bagi kedua pihak. Hal ini karena para mitra nantinya akan mendapatkan lebih banyak keuntungan.
Baca Juga
"Mitra yang bergabung dalam kemitraan SPKLU PLN akan mendapatkan revenue sharing secara realtime dengan pembagian berbasis komposisi investasi dari masing-masing mitra," papar Darmawan dilansir laman resmi Kementerian BUMN, Jumat (8/9/2023).
"Revenue di SPKLU diperoleh dari total penjualan energi listrik untuk pengisian ulang kendaraan listrik dan tambahan biaya layanan yang dikenakan pengguna untuk pengisian di SPKLU Fast Charging dan Ultra Fast Charging," tuturnya.
