8 Maret Pemerintah akan Groundbreaking Hunian untuk MBR Setara 54 Tower di Meikarta
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan menggelar groundbreaking proyek hunian vertikal bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) setara 54 tower di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, pada 8 Maret 2026.
Proyek ini akan menjadi contoh pengembangan rusun berskala besar yang nantinya bisa direplikasi di wilayah perkotaan lain di Indonesia. Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan pentingnya keberhasilan proyek percontohan ini.
"Kita buat satu dahulu yang besar, berhasil, sehingga nanti bisa diduplikasi. Di Indonesia ini kan perlu contoh. Nanti baru yang lain akan jalan," ujar Ara saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (20/2/2026).
Menurut Ara, proyek rusun subsidi Meikarta akan menjadi titik awal perubahan signifikan dalam penyediaan hunian vertikal bagi MBR. Ia berharap proses peletakan batu pertama berjalan lancar. “Doainlah kita groundbreaking lancar. Semua lancar, akan ada perubahan yang besar soal rusun subsidi yang masif,” tambahnya.
Proyek hunian bersubsidi Meikarta akan dibangun di tiga kawasan seluas masing-masing sekitar 10 hektare. PT Lippo Cikarang Tbk sebagai pengembang menawarkan tiga tipe unit, mulai dari satu kamar tidur tipe 25 & 27, dua kamar tidur tipe 35 & 37, hingga tiga kamar tidur tipe 45. Secara keseluruhan, proyek ini akan menghasilkan 141.000 unit apartemen subsidi yang setara dengan 54 tower, dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp 39 triliun di luar nilai tanah.
Baca Juga
Menteri Ara Ajak Rosan 'Groundbreaking' Apartemen Subsidi Meikarta 8 Maret
Pembangunan hunian vertikal bersubsidi ini bisa digelar setelah Lippo Group menghibahkan tanahnya yang berada di kawasan Meikarta seluas 30 hektare. Pemerintah sendiri langsung bergerak cepat melaksanakan land clearing. Maruarar menyebut, pihaknya telah melakukan landclearing di lokasi proyek hunian vertikal subsidi itu beberapa pekan lalu.
“Kita dua minggu lalu sudah lakukan landclearing. Pak James (Chairman of Lippo Group, James Riady) menghibahkan 30 hektare. Kita akan membangun tiga lokasi di situ berdekatan 10 hektare, 10 hektare, 10 hektare. Rencananya begitu ya,” ucap Ara.
Tidak hanya di Bekasi, konsep hunian vertikal bersubsidi juga akan dikembangkan di wilayah perkotaan lain, seperti Provinsi Lampung. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya pengembangan apartemen subsidi di perkotaan. “Harus, daerah perkotaan terutama ya. Arahnya harus ke sana, kita cari pengembang yang bagus,” katanya.

