RI-AS Sepakat Bentuk Dewan Perdagangan, Mendag: Cegah Sengketa ke WTO
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyambut baik pembentukan council of trade and investment atau Dewan Perdagangan dan Investasi Indonesia–Amerika Serikat (AS) sebagaimana yang tertuang pada salah satu kesepakatan Agreement on Reciprocal Tariff (ART).
Menurut Mendag Budi, forum tersebut akan semakin memudahkan kerja sama perdagangan antara Indonesia dengan AS. Apalagi jika mengalami hambatan atau masalah perdagangan, hal itu dapat diselesaikan secara bilateral.
Baca Juga
Mendag Sesalkan Uni Eropa Ajukan Banding atas Sengketa Biodiesel ke WTO
“Board of Council itu justru bagus. Kalau ada masalah perdagangan, bisa langsung diselesaikan secara bilateral. Tidak perlu semuanya dibawa ke forum internasional,” ujar Mendag Budi saat ditemui di kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Mendag Budi menjelaskan, selama ini sejumlah sengketa perdagangan antarnegara kerap langsung diajukan ke World Trade Organization (WTO). Dengan adanya dewan bersama, pemerintah berharap penyelesaian bisa dilakukan lebih cepat, dan efisien.
"Jadi begini ya, yang Board of Council itu kan kalau misalnya sengketa dagang, banyak yang lagsung ke WTO. Jadi ini maksudnya bisa diselesaikan bilateral, memang bagusnya begitu," ungkapnya.
Menanggapi pandangan bahwa salah satu tujuan AS adalah menekan defisit perdagangannya, pemerintah melihat hal tersebut sebagai dinamika wajar dalam hubungan dagang internasional. Menurutnya, setiap negara memiliki kepentingan ekonomi masing-masing.
Baca Juga
Mendag Dorong Reformasi WTO dan Perdagangan Global Berkeadilan
Namun, Mendag menegaskan, prinsip utama perjanjian tetap saling menguntungkan. Ia menilai, implementasi kesepakatan dagang, termasuk pembentukan dewan ini, justru dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan dan keberlanjutan hubungan ekonomi kedua negara.
"Kalau sudah terjadi implementasi perjanjian dagang kan tujuannya begitu (saling menguntungkan). Untuk saling menguntungkan satu negara dengan negara yang kita berunding tadi," terang Mendag Budi.

