Perkuat Transmisi Gas Nasional, Pertagas Rampungkan 'Restaging' Kompresor Cilamaya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Gas (Pertagas) meresmikan penyelesaian proyek Restaging Kompresor di Distrik Cilamaya, Jawa Barat. Proyek ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat keandalan aset dan ketahanan operasi, sekaligus memastikan infrastruktur transmisi gas bumi nasional tetap beroperasi optimal dalam jangka panjang, khususnya di wilayah Jawa bagian Barat.
Peresmian dilakukan langsung oleh Direktur Utama Pertagas Indra P Sembiring sebagai bagian komitmen perusahaan menjaga kesinambungan operasional infrastruktur energi strategis nasional serta menjamin penyaluran gas bumi berlangsung aman, stabil, dan berkelanjutan.
Menurut Indra, proyek tersebut tidak sekadar meningkatkan kapasitas operasional, tetapi memperkuat integritas aset dan ketahanan sistem transmisi gas bumi yang menjadi tulang punggung pasokan energi bagi sektor industri dan kelistrikan nasional.
Baca Juga
“Dengan infrastruktur yang lebih andal dan resilien, Pertagas dapat memastikan kesinambungan pasokan energi yang menjadi kebutuhan vital bagi sektor industri, kelistrikan, dan perekonomian nasional,” ujar Indra, Jumat (20/2/2026).
Dia menambahkan, proyek ini juga mencerminkan sinergi strategis antara Pertagas sebagai bagian dari Subholding Gas PGN dan Pertamina EP sebagai bagian dari subholding upstream, guna memastikan kesiapan infrastruktur midstream dalam menopang kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan.
“Melalui proyek ini, Pertagas memastikan infrastruktur transmisi gas siap beroperasi secara andal dan fleksibel untuk mendukung kebutuhan energi nasional, baik saat ini maupun ke depan,” katanya.
Dari sisi keselamatan, seluruh tahapan proyek dilaksanakan dengan standar health, safety, security, and environment (HSSE) yang ketat, mulai dari tahap perencanaan hingga commissioning. Pendekatan ini menjadi bagian integral dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan pekerja sekaligus menjamin keberlanjutan operasi. “Penerapan standar HSSE yang ketat menjadi prioritas utama kami dalam setiap tahapan proyek,” lanjut Indra.
Secara teknis, pekerjaan konstruksi dimulai pada akhir Agustus 2025 dan rampung dalam waktu kurang dari enam bulan. Tahap commissioning dilaksanakan secara aman dan terkendali pada Januari 2026, mencerminkan efektivitas perencanaan teknis, disiplin operasional, serta pengendalian risiko yang komprehensif dalam pengelolaan infrastruktur energi strategis.
Baca Juga
Untung Besar! Laba Pertagas Tembus Rp 3,6 Triliun Ditopang Hal Ini
Dengan selesainya proyek ini, fasilitas Kompresor Cilamaya kini mampu mendukung operasi jaringan pipa gas bumi dan kapasitas penyaluran sesuai kebutuhan hulu. Hal tersebut meningkatkan fleksibilitas operasional, memperkuat stabilitas tekanan sistem, sekaligus memastikan optimalisasi pasokan gas kepada pelanggan secara berkelanjutan.
Penguatan kinerja kompresor juga berperan penting dalam menjaga stabilitas aliran gas, mengurangi potensi gangguan operasional, serta memastikan pasokan energi bagi pelanggan strategis tetap terjaga. Langkah ini sekaligus memperkuat ketahanan sistem distribusi gas bumi nasional.

