Harga Emas Stabil di Tengah Ketegangan AS-Iran, Pasar Tunggu Data Inflasi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas global bergerak stabil pada Kamis (20/2/2026) di tengah meningkatnya ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran serta data klaim pengangguran AS yang lebih baik dari perkiraan. Investor menahan posisi sambil menunggu rilis data inflasi utama akhir pekan ini yang akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga, faktor kunci bagi pergerakan logam mulia.
Harga emas spot tercatat berubah di US$ 4.979,18 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup turun 0,2% ke level US$ 4.997,40.
Senior Market Strategist RJO Futures Daniel Pavilonis mengatakan pasar tengah mengalami pergerakan yang sangat fluktuatif. “Kita sedang mengalami pergerakan naik turun yang tajam dan berfluktuasi,” ujar Daniel Pavilonis dilansir Reuters.
Baca Juga
Aksi Jual Tekan Harga Emas Antam (ANTM), Investor Menanti Risalah FOMC
Ia menilai ketegangan dengan Iran masih menjadi penopang harga emas. Menurutnya, prospek jangka menengah tetap positif, meski risiko koreksi tetap terbuka. “Kita masih bisa melihat penurunan lebih lanjut yang dipicu oleh faktor-faktor di luar situasi Iran,” katanya.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan Iran agar segera mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya. Ia menyebut akan ada “hal-hal buruk” jika tidak tercapai kesepakatan, dan memberi sinyal tenggat waktu 10 hari sebelum kemungkinan tindakan lebih lanjut dari Washington.
Situasi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi biasanya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven, yaitu instrumen yang dinilai lebih aman saat risiko global meningkat.
Data Tenaga Kerja dan Arah The Fed
Risalah rapat bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) pada 27-28 Januari yang dirilis Rabu (18/2/2026) menunjukkan perbedaan pandangan di antara pembuat kebijakan. Sebagian pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi, sementara lainnya lebih condong pada penurunan suku bunga jika tekanan harga mereda.
Di sisi lain, data klaim tunjangan pengangguran mingguan AS turun menjadi 206.000 pada pekan yang berakhir 14 Februari, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 225.000. Angka tersebut memperkuat sinyal stabilitas pasar tenaga kerja setelah laporan ketenagakerjaan bulanan sebelumnya juga menunjukkan hasil solid.
Investor kini menantikan rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Jumat (21/2/2026). PCE merupakan indikator inflasi pilihan The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneternya.
Baca Juga
Harga Emas Menguat Jelang Risalah The Fed, Pasar Tunggu Arah Suku Bunga
Berdasarkan FedWatch Tool milik CME Group, pasar saat ini memperkirakan penurunan suku bunga pertama pada tahun ini berpotensi terjadi pada Juni. Dalam lingkungan suku bunga rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga biasanya menjadi lebih menarik dibandingkan aset berbasis bunga.
Selain emas, harga perak spot naik 0,6% menjadi US$ 77,66 per ons setelah melonjak lebih dari 5% pada Rabu. Sementara itu, platinum turun 0,8% ke US$ 2.054,08 per ons dan paladium melemah 2,6% menjadi US$ 1.671,34 per ons.

