Kemenhub Ungkap Kronologi Pesawat BBM Jatuh di Kaltara, Pilot Meninggal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan, pesawat PT Pelita Air Services (PAS) yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) mengalami kecelakaan saat menjalankan penerbangan rute Long Bawan menuju Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).
"Pesawat jenis Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA yang dioperasikan oleh Pelita Air Service khusus untuk pengangkutan BBM ke daerah terpencil, dilaporkan mengalami kecelakaan dalam penerbangan rute Long Bawan-Tarakan," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara, Lukman F Laisa dalam keterangan resmi, Kamis (19/2/2026).
Baca Juga
Dirut Pertamina: Merger 3 Anak Usaha Rampung Sebelum Desember dan Bersiap 'Spin-Off' Pelita Air
Menurutnya, pesawat berangkat dari Bandara Long Bawan pada pukul 04.10 UTC atau 12.10 Wita dengan membawa muatan BBM milik PT Pertamina (Persero) dan dijadwalkan tiba di Bandara Tarakan pada pukul 05.15 UTC atau 13.15 Wita.
Dalam penerbangan tersebut, kata Lukman, pilot sempat menyampaikan kepada petugas Air Traffic Control (ATC) Tarakan estimasi posisi pesawat berada di Abeam Malinau pada pukul 04.24 UTC (12.24 Wita). "Namun, pada pukul 04.20 UTC (12.20 Wita) diterima sinyal emergency locator transmitter (ELT) dari pesawat," ungkap Lukman.
Berdasarkan data awal, penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh instansi berwenang. “Berdasarkan informasi terakhir yang kami peroleh pada pukul 15.16 Wita, pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia,” ujar Lukman.
Baca Juga
Pesawat Angkut BBM Jatuh di Kalimantan, Pelita Air Buka Suara
Dari sisi kelaikudaraan, pesawat diketahui telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026, dengan total jam terbang mencapai 3.303 jam.
Lukman menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan operator penerbangan, otoritas bandara, serta instansi terkait untuk memastikan proses penanganan di lapangan berjalan dengan baik. “Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini dan mengimbau semua pihak untuk menunggu informasi resmi yang terverifikasi,” tutur dia.

