ESDM Perkuat Pasokan BBM dan LPG di Kalbar Seusai Gangguan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan kekhawatiran warga memperoleh LPG tabung 3 kilogram (kg) dalam beberapa hari terakhir menjadi potret tekanan distribusi energi di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Kendala operasional serta tantangan geografis membuat penyaluran energi tersendat, memicu respons cepat pemerintah untuk menormalkan pasokan.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bergerak cepat memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM serta LPG kembali stabil, khususnya di wilayah terdampak.
Baca Juga
Prabowo dan Trump Akan Teken Tarif Dagang, RI Siap Beli BBM dan LPG AS US$ 15 Miliar
Direktur Jenderal Migas ESDM Laode Sulaeman melakukan monitoring langsung ke Integrated Terminal Pontianak untuk mengevaluasi kondisi pasokan dan distribusi. Langkah ini sekaligus memastikan percepatan penyaluran berjalan optimal agar kebutuhan masyarakat segera terpenuhi.
“Kami hadir langsung untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat. Masyarakat harus mendapatkan pelayanan terbaik dan solusi cepat,” ujar Laode saat peninjauan lapangan, dikutip Rabu (18/2/2026).
Secara infrastruktur, pasokan energi di Kalimantan Barat sebenarnya ditopang berbagai fasilitas strategis, antara lain Fuel Terminal Sintang dan Fuel Terminal Ketapang, selain jaringan distribusi yang mencakup ratusan SPBU, agen LPG tabung 3 kilogram, serta ribuan pangkalan LPG. Kapasitas penyimpanan regional juga tergolong besar, dengan BBM mencapai ratusan ribu kiloliter dan LPG ribuan metrik ton sebagai penopang utama ketahanan energi.
Kendati demikian, Laode menjelaskan hambatan distribusi dipicu sejumlah faktor operasional. Salah satunya tidak beroperasinya jobber di wilayah Sanggau, serta pendangkalan alur Sungai Melawi yang mengganggu kelancaran penyaluran BBM menuju beberapa daerah, terutama Sintang.
Sebagai langkah mitigasi, Ditjen Migas bersama badan usaha mengoptimalkan suplai dari terminal utama, memperkuat sumber daya manusia (SDM), menambah armada mobil tangki dari wilayah lain, serta menyiapkan titik peristirahatan tambahan guna menjaga kesinambungan distribusi.
Baca Juga
Kilang, Kapal Angkutan BBM, sampai SPBU Kini Satu Sistem, Ini Strategi Pertamina
“Kami memastikan bahwa pasokan BBM dan LPG tetap tersedia, dan langkah-langkah mitigasi terus dilakukan untuk mempercepat distribusi ke wilayah terdampak. Kita perlu terus memperkuat koordinasi agar kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara optimal,” tegas Laode.
Selain optimalisasi armada eksisting, distribusi energi turut diperkuat melalui tambahan armada charter. Secara keseluruhan, wilayah Kalimantan didukung ratusan unit mobil tangki BBM dan lebih dari seratus skid tank LPG yang siap mendistribusikan energi bagi masyarakat maupun sektor industri.

