Gudang Modern Jabodetabek Cetak Rekor Penyerapan pada 2025 Tembus 490.000 M2
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — JLL Indonesia menyebut sektor pergudangan modern di Jabodetabek mencatat kinerja positif hingga kuartal IV-2025. Sepanjang tahun, total penyerapan ruang gudang mencapai hampir 490.000 meter persegi (m2), melampaui rekor sebelumnya pada 2023.
Country Head and Head of Logistics & Industrial JLL Indonesia, Farazia Basarah menyatakan, performa tersebut turut mendorong kenaikan tingkat hunian secara signifikan.
Baca Juga
Stok Beras Diprediksi Tembus 6 Juta Ton hingga April 2026, Bulog Diminta Kejar 100 Gudang Baru
“Sektor pergudangan modern di Jabodetabek menunjukkan performa kuat hingga kuartal keempat 2025, dengan penyerapan mencapai hampir 490.000 meter persegi sepanjang tahun, melampaui rekor sebelumnya pada 2023. Performa positif ini tercermin dari peningkatan tingkat hunian 90% di kuartal pertama menjadi 96% pada kuartal keempat,” ungkap Farazia dalam media briefing awal tahun di kantornya, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Menurut dia, aktivitas pasar sepanjang 2025 didominasi investasi asal China yang didorong permintaan manufaktur. Peningkatan permintaan dari perusahaan-perusahaan China disebut menjadi fenomena yang juga terjadi di tingkat regional.
“Aktivitas pasar didominasi investasi Tiongkok yang didorong permintaan manufaktur yang kuat. Lonjakan permintaan dari perusahaan-perusahaan Tiongkok merupakan perkembangan strategis yang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di seluruh kawasan Asia Tenggara,” ucap Farazia.
Farazia menjelaskan, permintaan utama berasal dari sektor elektronik, otomotif, serta makanan dan minuman. Dari sisi harga, pertumbuhan sewa tercatat berlanjut secara moderat.
Baca Juga
Kemenkop-PU Percepat Pembangunan Fisik Pergudangan Koperasi Desa Merah Putih
“Dari aspek harga, pertumbuhan sewa berlanjut secara moderat, dengan proyek-proyek premium yang memiliki spesifikasi unggulan, lokasi strategis, dan fleksibilitas mampu menetapkan harga premium,” terang dia.
Ia menambahkan, kinerja sektor pergudangan modern di Jabodetabek tetap didukung arus investasi asing langsung, terutama dari negeri Tirai Bambu. “Sektor pergudangan modern Jabodetabek tetap menunjukkan performa positif yang didukung investasi asing langsung, terutama dari Tiongkok,” tutur Farazia.

