Okupansi Kantor CBD Jakarta Naik ke 72% di 2025, Permintaan Tertinggi sejak 2019
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – JLL Indonesia menyampaikan, pasar properti komersial Jakarta menunjukkan dinamika berbeda di sepanjang 2025. Segmen perkantoran mencatat tanda awal pemulihan, sementara pasar ritel tumbuh positif dan pasar kondominium masih melanjutkan tren penurunan.
Head of Research JLL Indonesia, James Taylor mengatakan, pasar perkantoran CBD Jakarta menunjukkan tanda-tanda awal pemulihan pada akhir 2025, dengan tingkat okupansi meningkat menjadi 72%.
“Pasar perkantoran CBD Jakarta menunjukkan tanda-tanda awal pemulihan pasar pada akhir tahun 2025, dengan kenaikan tingkat okupansi menjadi 72%. Angka permintaan di tahun 2025 meningkat dari periode sebelumnya dan merupakan angka permintaan tertinggi sejak tahun 2019,” kata Taylor dalam media briefing awal tahun di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Ia menjelaskan, tidak adanya pasokan baru di kawasan CBD sepanjang 2025 turut mendukung penyerapan pada inventori eksisting. Aktivitas penyewa pada akhir tahun tetap terfokus pada strategi relokasi ke gedung dengan kualitas lebih baik.
Baca Juga
Okupansi Kantor CBD Jakarta Naik Jadi 75,3% pada Kuartal III 2025
“Tidak adanya pasokan baru di kawasan CBD sepanjang 2025 mendukung permintaan pada inventori eksisting. Aktivitas penyewa pada akhir tahun 2025 tetap terfokus pada strategi perpindahan ke gedung dengan kualitas yang lebih baik. Tren ini juga terlihat di pasar perkantoran non-CBD. Beberapa penyewa mulai melakukan perpindahan dari non-CBD ke CBD untuk mendapatkan akses fasilitas dan konektivitas premium,” terang Taylor.
Sementara itu, Head of Office Leasing Advisory JLL Indonesia Rosari Chia menyebut, lonjakan permintaan signifikan terjadi pada perkantoran Grade A di kuartal IV-2025.
“Pasar perkantoran Grade A di Jakarta mengalami lonjakan permintaan yang signifikan pada triwulan keempat tahun 2025, yang menjadi pendorong utama peningkatan permintaan bersih tahunan secara keseluruhan,” tutur dia.
Menurutnya, sektor minyak dan gas menjadi kontributor utama terhadap permintaan pada triwulan tersebut, diikuti sektor jasa keuangan dan teknologi.
“Harga sewa perkantoran Grade A mengalami kenaikan 0,87% jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, menghasilkan pertumbuhan tahunan mencapai 3,7%. Peningkatan ini menjadi triwulan keempat konsekutif kenaikan harga sewa sepanjang 2025, menandai performa tahunan tertinggi sejak tahun 2023,” kata Rosari.

