Kolaborasi SMF dan Pemkot Surakarta Ubah Kampung Kumuh Jadi Layak Huni
Poin Penting
|
SURAKARTA, investortrust.id - PT Sarana Multi Griya Finansial (Persero) atau PT SMF bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta mengubah kampung kumuh di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, menjadi perkampungan layak huni. Proses renovasi ini digelar bertahap melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berorientasi mendukung program 3 juta perumahan.
Direktur Utama PT SMF, Ananta Wiyogo mengatakan pembangunan kampung kumuh di Kelurahan Sangkrah digelar bertahap. Tahap pertama, dibangun 47 unit rumah dan rampung pada 2022. Sementara itu, tahap kedua dibangun 56 unit rumah. Pada pembangunan sesi kedua ini, PT SMF menggelontorkan Rp 4,48 miliar.
“Sehingga total rumah yang telah dibangun SMF dalam program CSR dalam pengembangan rumah kumuh adalah 84 unit,” kata Ananta, di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026).
Ananta mengatakan pembangunan berbasis TJSL (tanggung jawab sosial dan lingkungan) ini menyasar masyarakat dengan desil 2 ke bawah. Penerima manfaat yaitu warga yang memiliki penghasilan tidak tetap dan tidak memiliki kemampuan mengangsur.
“Sehingga program TJSL peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh merupakan salah satu solusi yang dapat dilaksanakan untuk menekan backlog rumah layak huni,” kata dia.
Baca Juga
Menteri Ara Ungkap SMF dan PNM Bantu Pembiayaan Renovasi 40.000 Rumah
Ananta mengatakan sektor perumahan berperan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi melalui efek berganda yang signifikan. Multipliereffect dari pembangunan perumahan diketahui sebesar 1,86 x dan mampu memicu aktivitas di berbagai sektor lainnya.
“Setiap investasi Rp 1 triliun akan menghasilkan PDB sebesar Rp 1,9 triliun,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani berharap pembangunan yang terjadi di Kelurahan Sangkrah ini tak hanya secara fisik. Dia berharap warga yang menghuni rumah itu akan membangun lingkungan yang lebih mandiri.
Astrid mengatakan pemerintah kota bekerja sama dengan Pusat Investasi Pemerintah atau PIP yang akan memberikan stimulan untuk akses permodalan usaha mikro dan ultra mikro.
“Tidak hanya dari sisi pemerintah, tapi bagaimana meningkatkan kemandirian dari masyarakat melalui pendampingan dan akses permodalan ke PIP,” ujar Astrid.
Astri mengatakan akan menyinkronisasi program untuk membangun kemandirian masyarakat di perkampungan ini dengan UMKM Center yang sudah berjalan.
“Jadi nanti dari program koperasi dan UMKM di pemerintah Kota Surakarta dengan bantuan PIP bisa kami selaraskan khususnya prioritaskan untuk kawasan Sangkrah,” kata dia.

