Kilang Mini LNG Pertama di Jawa Resmi Beroperasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung meresmikan kilang mini LNG PT Liquid Nusantara Gas di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur, Rabu (11/2/2026). Dengan ini, distribusi gas bumi di Indonesia kini tidak lagi semata bergantung pada jaringan pipa.
Peresmian ini menandai bahwa untuk pertama kalinya di Pulau Jawa, gas produksi dalam negeri dicairkan menjadi liquefied natural gas (LNG) dalam skala mini, menghadirkan cara penyaluran yang jauh lebih fleksibel bagi industri dan sektor ketenagalistrikan. Fasilitas ini menjadi kilang mini LNG pertama di Pulau Jawa dan diharapkan memperkuat pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Baca Juga
Sepanjang 2025, KPI Cetak 'Yield' Kilang 94% hingga Olah 300 Juta Barel
“Peresmian kilang mini LNG PT Liquid Nusantara Gas ini merupakan kilang LNG pertama di Pulau Jawa. Ini merupakan momentum bagaimana kita bisa memanfaatkan gas produksi dalam negeri, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk keperluan industri, pembangkit listrik, dan juga berbagai kegiatan ekonomi lain," kata Yuliot, dikutip Kamis (12/2/2026).
Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa ke depan tidak tertutup kemungkinan pemanfaatan LNG melalui kilang mini ini didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.
Kilang mini LNG milik PT Liquid Nusantara Gas memanfaatkan pasokan gas dari Wilayah Kerja Minyak dan Gas Madura Strait yang dikelola oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Gas tersebut kemudian diolah menjadi LNG agar lebih praktis dan efisien untuk didistribusikan ke pembangkit listrik, kawasan industri, serta berbagai pusat pertumbuhan ekonomi lainnya.
Proyek ini dibangun dengan nilai investasi Rp 247 miliar dan dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 20 ton LNG per hari, atau hampir 7.000 ton per tahun.
Baca Juga
Lampaui Target, Kilang Pertamina Tekan Emisi 450.000 Ton CO2eq
Yuliot berharap kehadiran fasilitas ini dapat menjadi role model bagi para pelaku usaha di berbagai daerah dalam mengembangkan teknologi pemanfaatan potensi gas, khususnya di wilayah-wilayah penghasil gas bumi di Indonesia. Dari sisi industri dalam negeri, proyek ini menonjol berkat tingkat kandungan komponen lokal yang tinggi.
"Dari pengembangan teknologi, mini LNG ini menggunakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) cukup tinggi, sekitar 86% dari informasi yang kami terima. Jika dibandingkan standar yang kita tetapkan sekitar 30–40%, capaian ini jauh di atas ketentuan. Tentu ini merupakan bagian dari kolaborasi teknologi. Tadi Mr. Ambassador juga menyampaikan bahwa ini merupakan kolaborasi teknologi antara Indonesia dengan Galileo, perusahaan teknologi dari Argentina,” jelasnya.

