Bagikan

Dirut PT PAL: Kami Siap Layani Seluruh Kebutuhan Kapal DN

Poin Penting

PT PAL menyatakan siap memenuhi seluruh kebutuhan kapal dalam negeri, dari ukuran menengah hingga kapal raksasa.
Transformasi digital sejak 2021 meningkatkan kapasitas produksi, mempercepat waktu pembangunan kapal, dan memperbaiki kinerja keuangan.
PT PAL kini mampu membangun kapal hingga 300.000 ton serta mengembangkan teknologi kapal perang dan kapal selam tanpa awak.

JAKARTA, Investortrust— PT PAL Indonesia siap melayani seluruh kebutuhan kapal dari perusahaan dalam negeri (DN), mulai dari kapal ukuran menengah hingga raksasa. Meski industri galangan kapal nasional masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dukungan kebijakan hingga daya saing global, PT PAL Indonesia sudah bertekad untuk memenuhi permintaan dalam negeri. Sejak 2021, BUMN ini melakukan transformasi digital untuk mempercepat proses produksi, meningkatkan kualitas dan efisiensi.

“Kami merasakan kekhawatiran para pemilik kapal yang selama ini memilih membangun kapal di luar negeri. Tapi, hari ini kami ingin menegaskan, PT PAL siap melayani seluruh kebutuhan kapal dalam negeri,” ujar Presdir PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod pada FGD tentang Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia: Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional di Hotel Ayana, Jakarta, Selasa (10/02/2026).FGD yang dibuka oleh Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo menghadirkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Ketua Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Go Darmadi, dan Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri memberikan pemikirannya pada FGD Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia: Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional di Jakarta, Selasa, (10/2/2026). Foto: Investortrust/Elsid Arendra

Ia mengakui, industri galangan kapal nasional masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dukungan kebijakan hingga daya saing global. Namun, PT PAL memilih menjawab tantangan tersebut melalui transformasi digital yang dimulai sejak 2021.

Sebelum transformasi, PT PAL hanya mampu meluncurkan satu kapal kelas menengah per tahun. Kini, perseroan mampu meluncurkan empat kapal ukuran besar dan tiga kapal kelas atas dalam setahun. Transformasi tersebut mencakup sistem manajemen kinerja berbasis digital, di mana setiap pegawai dapat memantau indikator kinerja (KPI) harian secara individual. “Dengan sistem ini, setiap pegawai bisa melihat dan memperbaiki kinerjanya setiap hari. Perbaikan proses produksi juga signifikan,” katanya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyampaikan perspektifnya pada FGD Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia: Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional di Jakarta, Selasa, (10/2/2026). Foto: Investortrust/Elsid Arendra

Salah satu indikator keberhasilan adalah percepatan waktu pembangunan kapal. Jika sebelumnya pembangunan satu unit fregat membutuhkan waktu 22 bulan per blok konstruksi, kini dapat diselesaikan hanya dalam delapan bulan. Transformasi tersebut turut memperbaiki kondisi keuangan perusahaan. Rasio keuangan yang sebelumnya berada dalam kondisi kurang sehat kini telah membaik. Pada semester I-2024, kondisi keuangan perseroan telah kembali normal.

Nilai kontrak yang sebelumnya hanya sekitar Rp2 triliun dalam satu periode, melonjak menjadi Rp48 triliun pada 2025, mencakup pesanan dari dalam maupun luar negeri. “Kalau kita ingin menopang pertumbuhan ekonomi 8% bahkan 10%, lompatan yang dibutuhkan bukan lagi pada persoalan generik, tetapi pada kemampuan membangun kapal berteknologi tinggi yang mampu bersaing dengan luar negeri,” tegasnya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyampaikan pendapatnya pada seminar Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia: Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional di Jakarta, Selasa, (10/2/2026). Foto: Investortrust/Elsid Arendra

Baca Juga

Sinyal Kuat Kebangkitan Industri Galangan Kapal Dalam Negeri

Siap Bangun Kapal Hingga 300.000 Ton

Kaharuddin memastikan, PT PAL kini memiliki kapasitas membangun kapal dari berbagai ukuran, mulai 3.500 ton, 6.500 ton, 50.000 ton, 100.000 ton hingga 300.000 ton. Ia juga mengungkapkan sejumlah capaian strategis pada 2025. Indonesia telah berhasil meluncurkan kapal selam tanpa awak dan menjadikan Indonesia sebagai negara keempat di dunia yang memiliki teknologi tersebut.

Selain itu, PT PAL juga meluncurkan tiga kapal perang raksasa dengan sistem persenjataan modern. Kemampuan inilah yang menurutnya akan direplikasi dan diperluas agar galangan kapal nasional dapat tumbuh bersama.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Direktur Utama PT PAL Kaharuddin Djenod meninjau perkembangan proyek kapal Fregat Merah Putih di fasilitas produksi PT PAL di Surabaya, Jumat (24/1/2025). Foto: Humas PT PAL
Source: Humas PT PAL

Lebih jauh, Kaharuddin menegaskan bahwa arahan Presiden bukan hanya menyelesaikan proyek-proyek tertentu, tetapi membangun sistem dan program yang dapat “dikloning” oleh galangan kapal lain di Indonesia. “Untuk menuju Indonesia Maju 2045, kita tidak bisa hanya mengandalkan satu PT PAL. Kita butuh sepuluh PT PAL agar industri maritim benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” ujarnya.

Dengan transformasi yang telah berjalan dan kapasitas yang terus meningkat, PT PAL optimistis seluruh kebutuhan kapal dalam negeri dapat dipenuhi tanpa harus bergantung pada galangan luar negeri.

Sebuah kapal penumpang menjalani perawatan di galangan kapal milik PT PAL Surabaya. Foto: Dok. PT PAL

Baca Juga

Purbaya Nyatakan Siap Perkuat Industri Galangan Kapal yang Dinilai 'Under Utilized'

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024