Kadin Inginkan Pendalaman Kerja Sama 3 Sektor Strategis dengan China
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie menyambut baik hubungan bilateral Indonesia dan Republik Rakyat China (RRC). Kadin menginginkan pendalaman kerja sama dengan China yang menyasar tiga sektor strategis, di antaranya, kemitraan industri dan rantai pasok, kerja sama digital dan teknologi, serta investasi hijau dan berkelanjutan.
Kemitraan Indonesia-China menjadi gambaran bahwa kemakmuran tidak dapat dibangun secara tertutup.
“Bagi Indonesia, kemitraan dengan China bukan sekadar pilihan ekonomi, melainkan sebuah realitas strategis,” kata Anindya, saat acara China Conference Southeast Asia, di St Regis, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Anindya mengatakan China merupakan salah satu mitra dagang terpenting. China menjadi sumber investasi utama dan mitra kunci dalam pengembangan industri dan transformasi infrastruktur.
“Signifikansi hubungan ini tidak hanya terletak pada skalanya, tetapi juga pada arus dua arah yang saling menguntungkan,” kata dia.
Neraca Perdagangan Indonesia-China mencapai US$ 136 miliar pada 2024. Setahun setelahnya, periode Januari-Oktober 2025, perdagangan kedua negara telah mencapai US$ 125 miliar.
Baca Juga
Neraca Perdagangan 2025: Untung dengan AS, Tekor dengan China
Dari sisi investasi, aliran modal dari China ke Indonesia menjadi pendorong utama peningkatan kapasitas industri. Anindya menjelaskan investasi dari Negeri Tirai Bambu itu mencapai US$ 8 miliar pada 2024. Jika ditambah dengan investasi yang masuk dari Hong Kong, investasi dari dua negara itu sebesar US$ 18,1 miliar.
Anindya mengatakan investasi dari Indonesia ke China juga meningkat. Langkah ini muncul untuk meningkatkan akses pasar dan kemitraan rantai pasok.
Di luar angka investasi, kunjungan wisatawan asal China juga meningkat. Pada 2024, jumlah wisatawan yang masuk ke Indonesia berjumlah 1,2 juta rang. Angka tersebut tumbuh menjadi 1,3 juta orang pada 2025.
Anindya mengatakan pertumbuhan ekonomi kedua negara tidak cukup. Sebab, dia percaya bahwa ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah pertumbuhan ekonomi yang mampu mengangkat masyarakat keluar dari kemiskinan, memperluas peluang, dan menciptakan ketangguhan bagi UMKM di seluruh wilayah.
“Kami juga ingin kerja sama lintas batas yang mendukung UMKM, mendorong pengembangan keterampilan, meningkatkan akses pembiayaan, dan menciptakan lapangan kerja yang layak,” kata dia.
Kadin Indonesia, kata Anindya, telah membentuk Kadin Global Engagement Office (GEO). Kantor ini dibentuk sebagai unit penjamin pelaksanaan kerja sama internasional hingga mengubah komitmen menjadi hasil nyata.
“Mari kita bekerja sama agar kawasan kita tetap menjadi pendorong stabilitas dan perdamaian, sekaligus pertumbuhan global, pusat inovasi dan yang terpenting, sumber kemakmuran bersama yang membuka peluang bagi masyarakat,” pinta dia.

