Menteri Ara Ungkap Danantara Dukung Apartemen Subsidi Meikarta, BUMN Ikut Terlibat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan mendukung pengembangan apartemen subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Hal tersebut disampaikan Maruarar saat bertemu Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi beserta jajaran di kantornya, Wisma Mandiri 2, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026) malam.
Baca Juga
Meikarta Siapkan Apartemen Subsidi 1–3 Kamar dengan Konsep 'Mezzanine', Intip Spesifikasinya
“Kami tadi sudah update soal Meikarta. Kami sudah lakukan landclearing minggu lalu. Saya sudah laporkan kepada Pak Presiden (Prabowo Subianto), saya juga 2 hari lalu sudah ketemu dengan Pak Rosan (CEO BPI Danantara, Rosan P Roeslani),” kata Ara.
Ia menyampaikan, Danantara akan memberikan dukungan terhadap proyek tersebut bersama dengan badan usaha milik negara (BUMN). “Nanti Meikarta itu Danantara akan support betul di sana dengan BUMN. Saya sudah banyak berbicara sama Pak Rosan, nanti pada waktunya kita akan sama-sama ke sana. Saya juga berharap BRI juga bisa hadir,” ucap Ara.
Berdasarkan catatan investortrust.id, apartemen subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dijadwalkan groundbreaking pada 8 Maret 2026. Proyek ini diperkirakan menelan nilai investasi hingga Rp 39 triliun di luar nilai tanah. Hal tersebut disampaikan Menteri PKP Maruarar Sirait dalam acara land clearing rumah susun subsidi untuk rakyat di Meikarta, Kabupaten Bekasi, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga
Menteri Ara Bertemu Danantara Bahas Apartemen Subsidi Meikarta Malam Ini
Apartemen subsidi Meikarta akan dibangun di tiga kawasan dengan luas masing-masing sekitar 10 hektare (ha). Dalam satu kawasan, direncanakan terdapat 18 tower dengan total sekitar 2.600 unit.
Pengembang Meikarta menawarkan tiga tipe unit, yakni satu kamar tidur untuk tipe 27, dua kamar tidur (tipe 37), dan tiga kamar tidur (tipe 45). Secara keseluruhan, proyek yang merupakan aset PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) ini akan menghasilkan total 141.000 unit apartemen subsidi atau setara 54 tower.

