Anindya Bakrie Sebut Proyek Hilirisasi Danantara Dorong Nilai Tambah Ekonomi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua ABAC (APEC Business Advisory Council) Indonesia sekaligus Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menilai, proyek hilirisasi yang baru saja diresmikan dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai langkah positif untuk mendorong peningkatan nilai tambah ekonomi nasional.
Menurutnya, kebijakan hilirisasi atau downstreaming tersebut merupakan strategi penting agar Indonesia tidak hanya mengekspor komoditas mentah, tapi juga produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
“Saya rasa bagus, downstreaming itu, hilirisasi itu kan membawa nilai tambah. Nilai tambah pekerjaan, nilai tambah untuk uang atau investasi maksudnya, dan juga perdagangan,” ujar Anindya, usai Press Conference ABAC Meeting I 2026, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Baca Juga
Melalui hilirisasi, lanjut dia, Indonesia berpeluang mengurangi ketergantungan pada ekspor komoditas primer seperti minyak sawit dan batu bara, sekaligus memperkuat struktur industri nasional.
“Supaya Indonesia bisa ekspornya bukan hanya palm oil, batu bara, tapi juga semakin mempunyai nilai tambah,” kata Anindya.
Ia juga menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam proyek hilirisasi agar Indonesia dapat naik kelas dalam rantai nilai (value chain) global. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan silika untuk industri berteknologi tinggi.
“Kalau misalnya bisa ada teknologinya, seperti misalnya silika bisa buat solar, buat semikonduktor, sehingga kita naik kelas,” ucap Anindya.
Baca Juga
Anindya Highlights Five Pillars at ABAC Meeting 2026 as Indonesia Courts APEC Investors
Sekadar informasi, BPI Danantara telah meresmikan groundbreaking pada enam proyek hilirisasi yang bergerak di sektor energi, pertambangan, pertanian, dan peternakan senilai Rp 110 triliun.
Enam proyek tersebut antara lain Smelter Aluminium Baru, Pabrik Bioethanol Glenmore fase 1 di Banyuwangi Jawa Timur, Proyek Hilirisasi fase 1 Biorefinery Cilacap Jawa Tengah, Pabrik Bioethanol Glenmore di Banyuwangi Jawa Timur, Pabrik Garam Olahan Segoromadu 2, dan Hilirisasi Poultry Terintegrasi di Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang Jawa Timur.
Terlepas dari proyek di atas, salah satu yang getol melakukan hilirisasi adalah BUMN tambang MIND ID untuk menjadi mesin pencipta nilai tambah. MIND ID berkomitmen, hilirisasi tidak lagi sekadar proyek fisik, melainkan strategi mengubah komoditas mentah menjadi aset industri bernilai tinggi melalui pembangunan smelter serta integrasi rantai pasok.
Transformasi itu dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, terutama pada komoditas strategis yang kini terintegrasi dengan industri pengolahan domestik.

