"Sapa UMKM" Dibangun Berbasis Insentif dan Bukan Kewajiban, Ini Benefitnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa platform Sapa UMKM tidak dibangun sebagai kewajiban administratif bagi pelaku usaha, melainkan sistem berbasis insentif yang memberikan manfaat langsung dan layanan terintegrasi bagi UMKM.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, Sapa UMKM dirancang dengan prinsip satu UMKM, satu identitas, dan satu basis data yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan pemberdayaan dan pengembangan usaha.
“Sapa UMKM tidak dibangun sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai platform berbasis insentif yang memberikan nilai tambah langsung bagi UMKM. Prinsipnya satu UMKM, satu identitas, satu basis data, untuk banyak manfaat,” ujar Maman saat ditemui dalam acara Indonesia Open Network (ION) 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Menanggapi tantangan literasi digital UMKM dan kemungkinan penerapan kewajiban pendaftaran, Maman menekankan bahwa istilah “wajib” tidak boleh dimaknai secara negatif. Pemerintah, kata dia, mendorong pelaku UMKM untuk masuk ke dalam sistem karena manfaat yang ditawarkan, bukan melalui paksaan.
Baca Juga
“Saya ingin garis bawahi, kata wajib itu jangan diartikan dalam konteks negatif. Kami mendorong UMKM untuk onboarding karena kalau tidak masuk ke sistem, mereka justru kehilangan kesempatan mendapatkan berbagai fasilitas insentif,” jelasnya.
Dia menyebutkan, berbagai insentif yang akan dikonsolidasikan dalam Sapa UMKM tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga sektor swasta dan bahkan kerja sama dengan negara lain.
“Semua insentif itu nanti kita kumpulkan dalam satu sistem. Jadi kalau mau tahu tentang UMKM di Indonesia, ya datang ke Sapa UMKM. Mau tahu perkembangannya, juga ke Sapa UMKM,” tegas Maman.
Lebih lanjut, Maman memaparkan bahwa manfaat yang ditawarkan Sapa UMKM mencakup seluruh kebutuhan utama UMKM, mulai legalisasi dan perizinan usaha hingga akses pembiayaan, baik dari sektor perbankan maupun lembaga pembiayaan nonbank dan swasta.
“Akses pembiayaan dari bank, dari sektor swasta, seperti PNM, Amartha, dan lembaga lainnya, semuanya akan dibuat di sini,” ujarnya.
Selain pembiayaan, Sapa UMKM juga akan menjadi pusat integrasi program pelatihan dan peningkatan kapasitas UMKM. Selama ini, menurut Maman, program pelatihan UMKM cenderung tidak terstruktur dan tidak terdokumentasi dengan baik.
“Selama ini kita tidak pernah tahu siapa yang sudah ikut pelatihan dan siapa yang belum. Nanti di dalam sistem ini semua bisa dilihat. Kita siapkan fitur khusus pelatihan,” kata Maman.
Baca Juga
Menteri Maman: "Sapa UMKM" Jalan Tol Digital untuk 57 Juta Usaha
Platform ini juga akan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Maman menyebut asosiasi, seperti Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) dapat memanfaatkan Sapa UMKM untuk menyosialisasikan dan mempresentasikan program-programnya secara langsung kepada pelaku usaha.
“Kalau Apindo mau presentasi programnya, bisa lewat Sapa UMKM. Semua usaha mikro bisa dapat notifikasi tentang program apa pun, baik dari pemerintah, swasta, maupun dari negara lain,” beber dia.

